
Menko PMK Muhadjir Effendy dalam konferensi pers Melindungi Indonesia dengan Rapid Test Buatan Anak Negeri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (9/7/2020). Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, menyatakan kualita
JawaPos.com - Penanaman nilai-nilai Pancasila di dalam setiap aspek kehidupan menjadi sangat penting untuk membangun mental dan karakter sebagai Bangsa Indonesia. Tak terkecuali, hal itu harus terimplementasi di dalam sistem pendidikan nasional.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menilai, berdasarkan komposisi kurikulum pendidikan, baik formal maupun nonformal telah maksimal dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila.
"Kalau lihat komposisi kurikulum formal maupun nonformal itu sudah maksimal. Pendidikan dan nilai-nilai Pancasila bukan hanya ada di mata pelajaran PPKN, tapi juga mata pelajaran lain, misalnya pendidikan agama atau pengetahuan alam semuanya bersinggungan dengan nilai-nilai Pancasila," ujar Muhadjir dalam keterangan tertulis pada JawaPos.com, Senin (16/8).
Menurut Muhadjir, secara inklusif nilai-nilai Pancasila memiliki makna gotong-royong. Mulai dari sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, gotong-royong dapat diartikan bernilai ibadah. Sila kedua yakni gotong-royong pasti didasari atas azas kemanusiaan, sila ketiga tidak ada gotong-rotong tanpa persatuan.
Sila keempat bahwa di dalam gotong-royong pasti terdapat musyawarah. Terakhir, sila kelima mencerminkan tujuan akhir gotong-royong adalah untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
"Di dalam profil pelajar Pancasila juga disebutkan harus memiliki jiwa bergotong-royong. Selain beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, berkebhinekaan global, kreatif, mandiri, dan juga bernalar kritis," tutur Muhadjir.
Kendati demikian, ia menekankan penanaman nilai-nilai Pancasila harus dimulai dari pembiasaan sejak dini. Anak-anak harus diajari tentang nilai-nilai Pancasila sesuai usianya, setelah itu diberikan keteladanan, serta kemudian diliterasi hingga mendarahdaging.
"Pendidikan seperti itulah yang seharusnya ditanamkan pada setiap generasi untuk membentuk karakter dan jiwa-jiwa yang bernilai Pancasila. Apalagi di era pandemi saat ini, Pancasila dan kegotong-royongan harus dikedepankan agar kita sebagai Bangsa Indonesia bisa terus semangat dan bangkit melawan Covid-19," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
5 Pekerjaan Terbaik untuk Introvert, Pilihan Karir yang Sesuai dengan Kelebihan Diri
KPK: Kerugian Negara dalam Kasus Bea Cukai yang Terkait PT Djarum Capai Triliunan
Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme, Indonesia Pimpin CTIF Council
KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sejumlah Uang Tunai Diamankan
Bill Gates Puji AI Meta Milik Zuckerberg, Muse Dinilai Mampu Mengubah Cara Orang Bekerja
Fitrah Maulana Syukuri Debut dan Cleansheet di ACL Two Bersama Persib Bandung
Prediksi Skor Dewa United vs Persija di Super League: Macan Kemayoran Amankan Poin Penting di Banten
Prediksi Skor Elversberg vs Mainz 05: Tim Tamu Incar Kemenangan usai Tersingkir dari DFB Pokal
OM WAWES, Guyon Waton, hingga MASDDDHO Putuskan Batal Tampil di RANS Carnival Maguwoharjo

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022