Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 Februari 2021 | 02.42 WIB

Romo Benny: Lawan Buzzer dengan Pendidikan Literasi

Rohaniawan Romo Benny Susetyo berharap tak ada lagi politisasi agama dalam kehidupan bernegara. - Image

Rohaniawan Romo Benny Susetyo berharap tak ada lagi politisasi agama dalam kehidupan bernegara.

JawaPos.com–Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo menyoroti fenomena buzzer yang terus mengancam kehidupan demokrasi, keberagaman, dan kebersamaan, sebagai bangsa. Fenomena buzzer akan terus terjadi selama pendidikan literasi lemah, pendidikan kritis lemah, dan tidak ada etika dalam hal penggunaan media sosial.

”Hal ini terjadi karena salah satunya kesadaran politik etis enggak ada,” ujar Romo Benny kepada wartawan, Sabtu (13/2).

Romo Benny mendorong bagaimana buzzer sebagai medium bisa digunakan untuk menjual sebuah ide dan gagasan. Sehingga yang terjadi di ruang publik adalah adu gagasan.

”Jangan sampai orang-orang yang punya gagasan dan memiliki kemampuan, tidak bisa berperan di dalam ruang publik,” kata Romo Benny.

Lebih lanjut, Romo Benny berharap para propaganda tidak lagi bicara hal yang negatif, tetapi berbicara hal yang positif, bangsa dan negara, kemajemukan, dan keberagaman.

”Kalau bicara buzzer, seharusnya punya komitmen pada masa depan negara. Itu di atas segala-galanya,” tegas Romo Benny.

”Kalau ruang demokrasi tanpa gagasan maka muncul pemimpin yang kerdil, pemimpin yang dikarbit,” tambah Romo Benny.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/Lzh6cBk_zMw

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore