
Menteri Kesehatan dr. Terawan Agus Putranto memberikan keterangan pers terkait dua orang warga yang positif COVID-19 di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (3/2/2020). Menkes meminta masyarakat tidak panik karena pemerintah telah melakukan antisi
JawaPos.com - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto kembali menyerahkan bantuan insentif bagi peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang bekerja selama masa pendemi Covid-19. Kali ini, pemberian insentif diberikan kepada sekitar 2000 an PPDS atau dokter residen di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Senin malam (7/9).
10 perwakilan PPDS dari berbagai program studi (Prodi) di FKUI menerima secara simbolik insentif yang diberikan langsung Menkes Terawan dan pejabat terkait. Dari sekitar dua ribuan lebih PPDS di FKUI yang menerima insentif PPDS itu, sekitar 150 PPDS sudah menerima langsung insentif senilai Rp 9 miliar meski Menkes belum menyerahkan secara resmi insentif tersebut.
Para dokter muda ini akan mendapat insentif dari pemerintah sebesar Rp 12,5 juta per bulan. Dana ini akan dicairkan per enam bulan dengan total Rp 75 juta per mahasiswa. Pemberian insentif kepada seluruh PPDS di seluruh Indonesia ini telah dianggarkan pemerintah dengan periode pencairan anggaran untuk Maret hingga Agustus 2020 sebesar Rp 1 Triliun sebagai penghargaan terhadap PPDS sekaligus sebagai stimulus ekonomi dan telah disetujui oleh Presiden Jokowi.
Program ini diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada PPDS yang berjuang di garda terdepan dalam penanganan COVID-19. Apabila program ini dinilai berhasil dan baik, bisa saja terus berlanjut dan para PPDS akan menerima insentif hingga Desember 2020.
"Kalau kebablasan sampai Desember ya, Rp 50 juta lagi. September sampai Desember. Tenang masih ada. Mau nggak teman-teman?" tanya Terawan. Lalu para PPDS yang hadir menjawab serempak mau.
Dari banyaknya kampus yang sudah dikunjungi dan diberi insentif serupa, pada sambutannya di FKUI kali ini, Menkes Terawan membeberkan awal mulanya program ini digulirkan. "Kenapa ini semua bisa muncul. Karena saya bersama Prof Kadir (Plt Dirjen Pelayanan Kesehatan Prof Dr Abdul Kadir) bisik-bisik betapa menjadi PPDS sengsaranya minta ampun. Terus kita berpikir apa yang bisa kita berikan supaya adik-adik kita ini tidak terlalu berat menghadapi situasi begini," ujarnya.
Akhirnya dengan memberanikan diri, Menkes Terawan menyampaikan keprihatiannya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Eh disetujui, lalu saya berkirim surat ke Kementerian Keuangan. Jadi program ini sebenarnya dari Bapak Presiden," sebut Menkes Terawan.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
