Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 September 2021 | 22.48 WIB

Merger Pelindo Akan Dimulai Awal Oktober

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Merger Pelindo merupakan strategi pemerintah untuk mewujudkan pelabuhan kelas dunia. Transformasi digital dan standardisasi seluruh pelabuhan bakal dilakukan untuk mendukung ekspansi global dan perekonomian nasional. Merger akan mengukuhkan Pelindo sebagai operator terminal peti kemas terbesar kedelapan di dunia.

Tidak lagi terkotak-kotak oleh wilayah. Nanti merger mendorong terbentuknya subholding dengan lini bisnis berbeda. Ada empat klaster usaha yang bakal dimunculkan. Yakni, peti kemas & nonpeti kemas, logistics & hinterland development, marine, serta equipment & port services.

Keempat klaster memiliki lokasi kantor pusat berbeda-beda. Surabaya dipilih menjadi induk bisnis peti kemas. Nama usahanya adalah Terminal Petikemas Indonesia. Empat subholding lainnya berkantor pusat di Medan, Jakarta, dan Makassar.

”Volume peti kemas yang masuk ke Surabaya cukup tinggi. Rute kapal peti kemasnya juga paling banyak se-Indonesia,” ungkap Direktur Operasi dan Komersial Pelindo III Putut Sri Muljanto saat dihubungi Jawa Pos.

Mantan Dirut BJTI Port itu optimistis integrasi akan mendorong peningkatan kinerja terminal peti kemas di Indonesia. Arus peti kemas domestik dan mancanegara bakal meningkat.

Putut menjelaskan, merger akan diikuti standardisasi seluruh terminal peti kemas secara bertahap. Penyesuaian itu meliputi beberapa hal. Salah satunya terkait dengan kedalaman kolam di pelabuhan.

Seluruh terminal peti kemas bakal dievaluasi. Pendalaman kolam akan dilakukan untuk mendorong kunjungan kapal. Dengan peningkatan infrastruktur tersebut, angkutan bakal semakin mudah bersandar di dermaga.

”Selain pendalaman, sarana di pelabuhan juga akan ditingkatkan. Seluruh sistem bakal distandarkan untuk memudahkan pelayanan,” ungkapnya.

Pemerintah melalui Kementerian BUMN telah memberikan informasi secara jelas tentang integrasi perusahaan. Rencananya, merger Pelindo I–IV berjalan mulai awal Oktober. Penggabungan itu bakal memunculkan perusahaan besar dengan skala global berlabel PT Pelabuhan Indonesia.

Ketua Organizing Committee (OC) Integrasi Pelindo Arif Suhartono menuturkan, SOP setiap pelabuhan perlu ditingkatkan untuk mencapai transformasi pelabuhan kelas dunia. Pelindo bakal memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan sarana logistik. ”Peningkatan kualitas layanan dilakukan dengan berbasis pelanggan,” jelas Arif.

Dia mengungkapkan, integrasi akan menguatkan ekosistem logistik di Indonesia dan mendorong kerja sama pelaku industri di darat dan laut. Arif optimistis integrasi dapat menurunkan biaya logistik secara nasional pada masa mendatang.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore