Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Desember 2025, 15.47 WIB

Awas! Badai dan Hujan Ekstrem Siap Terjang 13 Provinsi BMKG Minta Warga Siaga 24 Jam!

Ilustrasi hujan ekstrem. (Antara/BMKG) - Image

Ilustrasi hujan ekstrem. (Antara/BMKG)

JawaPos.com-Menurut perkiraan cuaca daring dari BMKG, potensi hujan “lebat hingga sangat lebat” kini membayangi sejumlah wilayah luas di Indonesia. Mulai dari Sumatera, Jawa, Sulawesi, hingga Maluku. “Perlu ditingkatkan kesiapsiagaan,” kata prakirawan cuaca BMKG Yuyun Wulandari, Sabtu (6/12).

Di Pulau Sumatera dan sekitarnya: daerah seperti Banda Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, dan Bandar Lampung berada di zona peringatan.

Di Pulau Jawa: sebagian besar wilayah termasuk Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah berpotensi hujan lebat, tak terkecuali daerah perkotaan.

Wilayah timur Indonesia: dari Sulawesi Selatan hingga Maluku Utara dan Maluku, semua dalam sorotan.

Hujan ringan saja bisa berubah cepat jadi banjir dan longsor jika warga tak siap “alarm merah” dari alam.

Kondisi ekstrem ini membawa risiko nyata: intensitas hujan tinggi + curah tinggi dalam waktu singkat = potensi banjir bandang dan longsor di banyak titik.

Daerah perbukitan dan kaki gunung (khususnya di Jawa, Sumatra dan Sulawesi) perlu waspada longsor dan tanah gerak.

Kota-kota besar dengan drainase buruk bisa kebanjiran disertai risiko “banjir dadakan”.

Wilayah dengan sungai besar atau dataran rendah bisa terendam dalam waktu singkat jika hujan terus menerus.

"Warga diimbau siaga: bersihkan saluran air, siapkan jalur evakuasi, dan pantau informasi cuaca resmi," ujar dia. "Berdasarkan pola cuaca yang diperkirakan BMKG, malam hingga dini hari diperkirakan menjadi waktu “terberat” untuk hujan intens, saat inilah potensi banjir dan longsor tertinggi," tambahnya.

Daerah perbukitan, pinggir sungai, dataran rendah meski jauh terpisah secara geografis, semuanya jadi zona merah potensial.

Warga miskin atau dengan rumah non permanen sangat rentan: tanpa peringatan dini, mereka bisa kehilangan tempat tinggal dalam hitungan jam.

Pemerintah lokal dan komunitas harus bergerak cepat: sosialisasi, posko siaga, evakuasi darurat jangan menunggu terjadi bencana.

Kita tidak bisa berharap pada keberuntungan cuaca bisa berubah drastis kapan saja. Momentum ini harus jadi panggilan bangun bersama.

Pemerintah daerah: aktifkan posko darurat, peringatkan warga, koordinasikan evakuasi jika diperlukan.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore