
Ilustrasi, gempa bumi megathrust dengan kekuatan luar biasa yang akan terjadi di Indonesia. (Freepik/ chandlervid85)
JawaPos.com - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan potensi terjadinya tsunami di wilayah Indonesia pasca gempa berkekuatan magnitudo M8,7 mengguncang pesisir timur Kamchatka, Rusia pagi ini (30/7). Berdasar rilis yang disampaikan oleh BMKG pada pukul 08.41 WIB, potensi tsunami di Indonesia mencakup 10 daerah di wilayah timur.
”Berdasarkan laporan PTWC gempabumi ini berpotensi tsunami di wilayah Rusia, Jepang, Alaska, Filipina, Hawaii, dan Guam. Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia dengan status waspada ketinggian tsunami kurang dari 0.5 meter,” ungkap Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono.
Beberapa wilayah yang berpotensi terdampak tsunami tersebut terdiri atas Talaud, Kota Gorontalo, Halmahera Utara, Manokwari, Raja Ampat, Biak Numfor, Supiori, Sorong, Jayapura, dan Sarmi. Potensi tsunami itu muncul setelah gempa bumi berkekuatan besar mengguncang Rusia. Gempa bumi itu berjenis tektonik dengan magnitudo M8,7 pada koordinat 52,51° LU; 160,26° BT dan kedalaman 18 km.
”Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng pada Palung Kurile-Kamchatka. Gempa bumi ini memiliki mekanisme naik,” terang Daryono.
Atas kondisi tersebut, BMKG mengimbau agar masyarakat yang tinggal di pesisir 10 daerah tersebut tetap tenang dan tidak panik. Mereka diminta menjauh dari pesisir pantai. BMKG juga meminta masyarakat untuk terus memantau informasi terkini melalui kanal-kanal resmi milik BMKG.
”Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” tegasnya.
