
Foto udara pasca kebakaran di Glodok Plaza, Jakarta, Kamis (16/1/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Pasca kebakaran Glodok Plaza, Rumah Sakit Polri Kramat Jati membuka Posko Antemortem. Sejauh ini sudah ada delapan keluarga yang melapor. Sementara jumlah kantong jenazah yang dibawa ke rumah sakit tersebut pada Kamis (16/1) dan Jumat (17/1) sebanyak lima kantong.
Tiga kantong jenazah diterima kemarin, dan dua kantong jenazah lainnya diterima hari ini.
Kabid Yandokpol Rumah Sakit Polri Kramat Jati Kombes Hery Wijatmoko menyampaikan bahwa pihaknya berharap semakin banyak keluarga korban yang melapor ke Posko Antemortem.
”Ada delapan keluarga yang sudah melapor ke Posko Orang Hilang, Posko Antemortem. Kami harapkan semakin banyak laporan,” kata dia kepada awak media.
Menurut Kombes Hery, pihaknya perlu mengumpulkan data antemortem sebanyak-banyaknya. Data tersebut penting untuk mencocokan dengan data post mortem yang mereka ambil dari jenazah korban. ”Kemudian diharapkan keluarga yang hadir itu keluarga langsung. Misalnya orang tua, bapak dan ibu, atau anak,” imbuhnya.
Dengan begitu, Rumah Sakit Polri Kramat Jati bisa mengambil sampel DNA untuk pemeriksaan DAN korban. Selain itu, mereka juga butuh tambahan data lainnya. ”Kami juga perlu dukungan data, dari temannya juga bisa. Misalnya pada waktu kejadian temannya keluar, dia nggak keluar, itu bisa menjadi tambahan data untuk memastikan,” jelasnya.
Semakin banyak laporan, semakin banyak data, dan semakin banyak informasi, petugas akan semakin cepat menemukan identitas korban yang datang dalam keadaan terbakar. ”Ada kriteria korban itu possible, probable, androdektle. Jadi, memungkinkan, sangat yakin, dan pasti yakin. Makanya sebanyak-banyaknya laporan itu akan kami data dan terima,” kata dia.
