
Research Center for Security and Violent Extremism (ReCURE) bersama Program Studi Kajian Terorisme SKSG Universitas Indonesia (UI) meluncurkan World Terrorism Index 2024. (Istimewa).
JawaPos.com - Research Center for Security and Violent Extremism (ReCURE) bersama Program Studi Kajian Terorisme SKSG Universitas Indonesia (UI) meluncurkan World Terrorism Index 2024 (WTI) di Auditorium Binakarna, Hotel Bidakara, Jakarta. Dalam acara ini ditampilkan laporan komprehensif terkait indeks terorisme global yang disusun berdasarkan lima indikator utama.
Peluncuran WTI diawali dengan pertunjukan budaya, termasuk tarian Thousand Dance “Es Lilin” dan penampilan Yuyun Arfah yang membawakan lagu Indonesiaku dan Pancasila Rumah Kita.
Kegiatan itu juga menghadirkan Jenderal (Purn.) Wiranto selaku Penasehat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, serta Letjen TNI (Purn.) Muhammad Munir selaku Staf Khusus Menko Politik dan Keamanan Bidang Hubungan Antar Lembaga sebagai keynote speech.
“World Terrorism Index dapat menjadi referensi strategis bagi pembuat kebijakan, akademisi, lembaga keamanan, media, dan masyarakat luas dalam memahami serta merespons isu-isu terorisme,” ujar Ketua ReCURE Ganardi Walanda, Senin (13/12).
Hasil Penelitian Selama Empat Tahun WTI merupakan hasil penelitian dan pengembangan ReCURE sejak 2021.nTim ini melibatkan peneliti muda dari Program Studi Kajian Terorisme SKSG UI serta para peneliti senior, termasuk Muhamad Syauqillah, Ali Abdullah Wibisono, Chandra Yudistira, Teguh Pramono, Puspitasari dan Assoc Sri Yunanto.
Laporan itu mencerminkan komitmen ReCURE dalam memberantas terorisme baik di tingkat nasional maupun global.
Acara ini dihadiri berbagai lembaga penting, seperti Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri (Densus 88 AT), PPATK RI, Mahkamah Agung, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, dan Badan Intelijen Negara. Perwakilan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Australia juga turut hadir, menunjukkan dukungan internasional terhadap inisiatif ini.
Menurut World Terrorism Index 2024, Indonesia berada di peringkat ke-51 dengan skor 18, yang termasuk kategori low-impact. Prestasi ini mencerminkan efektivitas upaya penanganan terorisme, ditunjukkan dengan nihilnya serangan teroris (zero terrorist attack) selama dua tahun terakhir.
Analisis lebih mendalam disampaikan oleh I Made Wisnu Wardhana, dalam laporan khusus. Laporan khusus WTI juga memuat refleksi dan analisis dari sejumlah kontributor. Zora A. Sukabdi dan Sapto Priyanto menyoroti deradikalisasi dan rehabilitasi, sementara Dr. Amanah Nurish mengulas peran jaringan terorisme perempuan.
Dengan peluncuran World Terrorism Index, ReCURE berharap dapat memperkuat pemahaman global terhadap ancaman terorisme dan menjadi referensi strategis untuk berbagai pemangku kepentingan dalam menciptakan dunia yang lebih aman.
