JawaPos.com - Dalam rangka mempersiapkan generasi muda Indonesia jelang Indonesia Emas tahun 2045, pengenalan dunia usaha yang memperhatikan konsep Environmental, Social, and Governance (ESG) penting dilakukan sejak dini kepada anak usia sekolah.
Pemahaman terkait pengelolaan perusahaan yang tak merusak alam penting dilakukan kepada siswa-siswi di Indonesia agar tak hanya berorientasi pada kesuksesan di bidang materi.
Oleh karena itu, PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) memperkenalkan peran BUMN di bidang kepelabuhanan dan logistik kepada pelajar SMA melalui Program Pelindo Mengajar.
Senior Vice President Sekretariat Perusahaan SPSL Kiki M. Hikmat mengatakan bahwa jajaran Direksi SPSL mengimplementasikan Program Pelindo Mengajar di SMA Negeri 2 Banjarmasin dan SMA Negeri 16 Semarang dengan total 300 peserta. Kegiatan ini sejalan dengan program Gen Z Talent Activation dari Kementerian BUMN.
Program ini juga memperkenalkan konsep ESG yang diterapkan oleh SPSL, termasuk pengelolaan limbah plastik. SPSL memasang mesin pengolah sampah botol plastik yang hasilnya diolah menjadi barang yang dapat digunakan.
"Kami ingin memastikan bahwa melalui program ini, siswa dapat melihat langsung bagaimana nilai-nilai pelestarian lingkungan diterapkan dalam operasional perusahaan,” ujar Kiki kepada wartawan, Kamis (19/9).
Ia menerangkan bahwa Pelindo Mengajar merupakan bagian dari BUMN Mengajar yang berkontribusi mempersiapkan generasi muda Indonesia melalui pengenalan BUMN, baik dari sisi organisasi maupun profesi.
"Kami berharap dapat menginspirasi para pelajar untuk terus belajar dan berkembang serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” tegas Kiki.
Selain itu, Kiki menagatakan bahwa SPSL memberikan bantuan pendidikan berupa 10 laptop, 2 proyektor, 2 printer, dan 4 tablet kepada siswa berprestasi.
“Program ini menyasar para Gen Z yang saat ini begitu dekat dengan teknologi. SPSL mendorong mereka untuk berkontribusi secara positif dalam masyarakat dan mampu mencari solusi atas tantangan global,” ucapnya.
Sebagai anak perusahaan BUMN, SPSL juga mengaku terus berupaya untuk menjalankan amanat dalam mendukung program pembangunan berkelanjutan yang merata di seluruh Indonesia dengan memberikan manfaat pada aspek ekonomi, sosial, lingkungan, serta tata kelola dengan prinsip yang lebih terintegrasi, terarah, terukur dampaknya, serta dapat dipertanggungjawabkan.
“Program TJSL SPSL mengacu pada tiga prioritas, yakni pengembangan kapasitas manusia melalui pendidikan, pemberdayaan ekonomi dengan pengembangan UMK, serta keselarasan interaksi dengan lingkungan sekitar,” pungkas Kiki.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Banjarmasin Mukeniansyah mengatakan bahwa materi yang diberikan dalam Pelindo Mengajar penting untuk siswa.
“Materi dan sharing session yang disampaikan Direksi SPSL sangat inspiratif. Semoga sekolah kami terpilih kembali dalam program Pelindo Mengajar yang akan datang,” ungkapnya.
Tiga tahun pascamerger Pelindo, SPSL berkomitmen untuk terus memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan, memberikan kontribusi optimal bagi shareholder, menciptakan value creation dan financial uplift, serta menjalankan proses bisnis dan aksi korporasi dengan tetap mengacu pada prinsip Good Corporate Governance (GCG).