Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 September 2023 | 03.46 WIB

Dugaan Penjiplakan Lagu 'Halo-Halo Bandung' oleh Orang Malaysia Dianggap Bukan Isu Sensitif, Simak! 

Video klip lagu Hello Kuala Lumpur tersebut adalah salah satu konten video dari channel YouTube Lagu Kanak TV.

 
JawaPos.com - Baru-baru ini para pengguna YouTube di Indonesia telah dihebohkan dengan lagu Halo-Halo Bandung yang diduga dijiplak oleh Malaysia pada lagu Helo Kuala Lumpur.
 
Menanggapi hal tersebut, pemerintah Indonesia menganggap kabar tak sedap lagu “Halo-Halo Bandung“ yang diduga telah dijiplak Malaysia bukanlah isu sensitif. 
 
Meski kabar kurang menyenangkan ini telah membuat geram rakyat Indonesia, pemerintah menyampaikan jika hal tersebut tidak akan mempengaruhi hubungan bilateral anatara kedua negara.
 
“Ini yang melakukan kan (individu) pribadi ya, bukan pemerintah (Malaysia). Jadi pemerintah Indonesia tidak perlu terlalu reaktif terhadap hal ini,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhamad Iqbal, Kamis (14/9) seperti dikutip dari Antara.
 
Berbeda dengan pemerintah yang tidak terlalu bersikap reaktif terkait lagu tersebut, anggota Komisi 10 DPR RI, Andreas Hugo Pareira yang menilai pemerintah kita perlu menyampaikan nota protes kepada Pemerintah Malaysia terkait dugaan penjiplakan lagu Halo-Halo Bandung.
 
Menurut Andreas, penjiplakan lagu tersebut melanggar hak cipta serta mencederai persaudaraan antara Indonesia dan Malaysia.
 
 
“Dirjen (Direktorat Jenderal) Kebudayaan bisa berkoordinasi dengan Kemenlu (Kementerian Luar Negeri) untuk membuat nota protes kepada Pemerintah Malaysia,” kata Andreas masih dikutip dari Antara.
 
Selain karena melanggar hak cipta, Andreas menilai pemerintah pantas protes karena Halo-Halo Bandung merupakan salah satu lagu yang menjadi identitas Indonesia, karena liriknya tentang sejarah perjuangan bangsa.
 
"Penjiplakan lagu Halo-Halo Bandung oleh orang Malaysia telah menodai harga diri negara kita,” tukasnya.
 
Malaysia diduga mengklaim lagu “Halo-Halo Bandung” ciptaan Ismail Marzuki dalam klip video animasi berjudul “Hello Kuala Lumpur” yang diunggah dalam akun YouTube Lagu Kanak TV.
 
Dalam lagu Hello Kuala Lumpur, nada dan melodinya terdengar mirip dengan lagu Halo-halo Bandung. Bedanya hanya pada lirik yang sudah diganti.
 
Kemunculan video tersebut tentu saja memantik protes dari pengguna media sosial di Indonesia, karena hal ini adalah kesekian kalinya produk budaya Indonesia diklaim oleh Malaysia.
 
 
Sebelumnya, lagu Indonesia berjudul “Rasa Sayange” juga pernah diklaim oleh Malaysia.
 
Terkait hal tersebut, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim kala itu mengatakan bahwa pihak yang mengklaim “Rasa Sayange” tidak mengerti sejarah, padahal menurut dia jelas-jelas lagu itu berasal dari Indonesia.
 
“Kalau posisi pemerintah Malaysia sangat jelas, yaitu menghargai apa yang Indonesia miliki,” ujar jubir Iqbal.
 
***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore