
Susanto, dokter gadungan yang menggunakan nama dr. Anggi Yurikno saat menipu RS PHC Surabaya agar bisa diterima./Jawa Pos
JawaPos.com - Susanto ternyata tidak hanya ahli dalam menipu sebagai dokter gadungan dari RS PHC Surabaya, namun ia juga sukses menipu bank pemerintah.
Penipuan itu ia lakukan saat membuka rekening yang dipakai untuk menerima gaji dari rumah sakit plat merah tersebut.
Hal itu terungkap dari pernyataan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ugik Ramantyo yang menyatakan, terdakwa Susanto membuat rekening di salah satu bank pemerintah menggunakan nama dr Anggi Yurikno.
Nama tersebut juga merupakan nama yang dicatut Susanto saat melamar menjadi dokter RS PHC Surabaya.
Rekening tersebut dipakai untuk menerima gaji dari PT PHC. Bahkan, gaji sebesar Rp 7,5 juta sudah diperoleh sebanyak 35 kali atau totalnya mencapai Rp 226 juta yang ditransfer ke rekeningnya selama dua tahun lebih ia bekerja sebagai dokter abal-abal.
"Rekening bank atas nama Anggi Yurikno yang sudah dibuat oleh terdakwa menggunakan data palsu," kata jaksa Ugik dalam surat dakwaannya Rabu (14/9) seperti dikutip dari Radar Surabaya.
Sementara itu, Susanto melakukan aksi penipuan menjadi dokter gadungan tersebut saat melamar di RS PHC Surabaya yang sedang membuka lowongan.
Ia mendapatkan data lengkap dr. Anggi Yurikno melalui internet. Tidak hanya itu, ia juga memindai data tersebut dan mengganti foto dr. Anggi dengan foto wajahnya.
Demi melancarkan aksinya agar terlihat seperti dokter asli, Susanto mempelajari sejumlah ilmu dan tips kesehatan melalui aplikasi dokter yang kini sangat mudah didapatkan secara daring.
"Saya mempelajari jauh sebelumnya, saya dapat dari aplikasi dokter. Saya hanya memeriksa para pegawai apakah fit untuk bekerja atau tidak. Saya bisa selama tidak meresepkan obat," ujar Susanto.
Akibat aksi penipuan Susanto, pihak RS PHC dan dr Anggi Yurikno banyak dirugikan. Rumah sakit di wilayah Perak Surabaya tersebut mengalami kerugian hingga lebih dari Rp 200 juta karena menggaji Susanto.
Reputasi RS PHC Surabaya juga tercoreng karena bisa tertipu dan terdapat celah dalam proses rekrutmen dokter.
Sedangkan dr. Anggi merasa dirugikan karena identitas dan profesinya dicatut tanpa sepengetahuannya dan dimanfaatkan untuk penipuan.
"Saya dirugikan karena nama saya dipakai. Bukan tanda tangan saya juga," ujar dr. Anggi.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
