
Rey, John, dan Viki dari Kelompok Penerbang Roket di Jakarta Selatan, Selasa (10/4).
JawaPos.com - Kelompok Penerbang Roket harus melakukan dua kali rekaman untuk album Galaksi Palapa. Alasannya karena ketika rekaman pertama pada 2015, personel merasa kurang puas dengan hasilnya.
"Masalah sound yang kurang maksimal, rekamannya pas-pasan banget. Makanya kami rekam ulang di studio baru," kata Rey Marshall saat berbincang dengan JawaPos.com di Paviliun 28, Jakarta Selatan, Selasa (10/4).
Kelompok Penerbang Roket memutuskan melakukan rekaman mini album Galaksi Palapa di salah satu studio musik legendaris, Musica’s Studio. Proses rekaman dilaksanakan pada akhir 2017 lalu. Dua tahun berselang dari rekaman pertama, grup yang diisi I Gusti Gede Vikranta (drum), Rey Marshall (gitar), dan John Paul Patton (bass) itu merasa banyak perubahan dari segi kualitas di studio baru ini.
"Setelah 2 tahun kami jadi lebih tahu lagu-lagunya, lagunya mau kemana arahnya, jauh lebih rapi, dan semua dikerjakan cepat yakni sehari kelar," jelas Rey.
Galaksi Palapa akan berbeda dari dua album Kelompok Penerbang Roket sebelumnya. Menurut Rey, di sini mereka akan menampilkan sisi lain musik rock yang selama ini mereka disajikan.
"Beda banget, intinya ini sisi lain yang belum pernah ditunjukkan oleh Kelompok Penerbang Roket. Di album Teriakan Bocah udah kebaca, tapi ini surprise-nya. Lirik tetap anthemic, tapi lima lagu di dalamnya kayak nyambung gitu ceritanya," ucapnya.
Mini album Galaksi Palapa rencananya akan dirilis pada Juli 2018 mendatang. Sebagai pemanasan sebelum album tersebut dirilis, band rock asal Jakarta itu kini mempersembahkan karya spesial bagi penggemar, yakni sebuah film dokumenter bertajuk Menuju Galaksi Palapa.
"Cerita awalnya, pertama kami emang punya agenda buat album baru. Tapi harus diulang, makanya bikin rangkaiannya. Cita-cita ya bikin dokumenter, soal pembuatannya. Karena banyak cerita di produksi album tersebut," kata Kurnia Bayu Aji dari Berita Angkasa, label yang menaungi Kelompok Penerbang Roket.
Dokumenter Menuju Galaksi Palapa digarap oleh sutradara muda asal Medan, Hasbi Sipahutar. Dia menggunakan Lumix GH5 untuk menangkap momen ketika Kelompok Penerbang Roket sedang melakukan proses rekaman album mini Galaksi Palapa di Musica’s Studio.
Kelompok Penerbang Roket akan membawa film tersebut tayang di sembilan kota, yakni Balikpapan, Depok, Yogyakarta, Surabaya, Bekasi, Makassar, Medan, Palembang, dan Bandung. Sementara premier akan dilakukan di CGV Grand Indonesia, Jakarta pada 16 April 2018 mendatang.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
