Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Desember 2017 | 00.27 WIB

Film Chrisye Tonjolkan Kegelisahan Sosok Chrisye

Para Pemain Film Chrisye saat Gala Premier di Jakarta, Jumat (1/12) - Image

Para Pemain Film Chrisye saat Gala Premier di Jakarta, Jumat (1/12)


Jawapos.com-Film Chrisye adalah sebuah film biopik atau biografi yang menceritakan sisi lain Chrisye di luar seorang musisi. Sisi personal Almarhum yang kaku, pemalu, kritis dan penuh kegelisahan lebih ditonjolkan melalui karakter yang diperankan Vino G Bastian.


Berlatar belakang setting tahun 70an, 80an, dan 90an, film ini dikemas dengan tata ruang dan properti yang begitu apik sesuai zaman, sehingga penonton akan dibuat seolah melewati lorong waktu. Hanyut terbawa suasana.


Vino begitu apik memerankan karakter Chrisye, mulai dari gaya bicaranya, senyum kakunya, dansa patah-patahnya, hingga caranya memegang rokok.


Karakter Damayanti Noor -Istri Almarhum- yang diperankan oleh Velove Vexia juga tak kalah apiknya. Gambaran sosok isteri yang setia, pekerja keras, dan tegas diperankan apik melalui cara Velove berjalan, duduk, hingga gaya bicaranya.


Berikut sinopsis film berdurasi kurang lebih 100 menit tersebut.


Cerita berawal, pada tahun 1972, ketika Band Gypsi yang digawangi Chrisye ditawari menjadi pengisi di sebuah kafe di New York selama setahun. Chrisye yang selama itu diam-diam melakukan aktivitas band, hanya terbuka pada adik bungsunya karena hobi bernyanyi dan bermusiknya ditentang oleh Ayahnya.


Sampai akhirnya Chrisye sakit karena sang ayah yang diperankan oleh Ray Sahetapy tidak merestui kepergiannya ke Amerika. Menurut Ayahnya, pekerjaan sebagai musisi tidaklah dihargai di negeri ini.


Namun, hati sang ayah luluh dan mengizinkan Chrisye muda untuk pergi ke Amerika. Meskipun, harus dibayar mahal dengan kehilangan adik bungsunya karena sakit.


Karier Chrisye di dunia tarik suara menjadi gemilang setelah pada tahun 1977, diminta menyanyikan lagu Lilin-Lilin Kecil ciptaannya oleh Imran Amir yang adalah pendiri radio Prambors.


Lagu yang menjuarai lomba lagu cipta remaja tahun 1977 tersebut, akhirnya membuat nama Chrisye diperhitungkan dalam dunia tarik suara. Hingga tahun 1978 Chris menandatangani kontrak dengan Musica Studio dan lahirlah lagu Aku Cinta Dia yang menjadi tangga lagu nomor satu nasional.


Kemudian, pada 1980 dia diminta terlibat dalam acara "Untukmu Indonesiaku" yang digagas oleh Guruh Soekarno Putra. Di sinilah Chris kembali dipertemukan dengan Damayanti Noor, cinta terpendamnya sejak awal 70an.


Kesuksesan karir tidak membuat Chris bahagia, dia malah merasakan gelisah dan kosong sesudahnya.


Setiap adegan dalam film ini dipilih secara matang oleh sutradara Rizal Mantovani dan penulis skenario Alim Sudiyo yang menggarap naskah sesuai dengan tuturan dan emosi Yanti Noor. Penonton pun dibuat ikut bernyanyi dalam setiap adegan lagu yang dibawakan Chrisye dalam film.


Bagi yang penasaran akting apik Vino G Bastian, film yang didedikasikan untuk penggemar musisi legendaris Chrisye ini, mulai bisa dinikmati serentak di seluruh bioskop di Tanah Air, pada 7 Desember mendatang.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore