JawaPos.com - Percaya tak percaya, pengungkapan kasus pembunuhan mendiang Vina dan kekasihnya bernama Eky dalam insiden tragis tahun 2016 silam tidak lepas dari arwah Vina yang masuk ke dalam tubuh sahabatnya, Linda. Arwah Vina merasuki tubuh Linda tepat pada hari ketiga meninggalnya remaja berusia 16 tahun itu.
Vina melalui mulut Linda menceritakan semua kejadian tragis yang dialaminya dan kemudian direkam oleh keluarganya. Mulai dari kejadian pemukulan, rudapaksa, pengayaan, hingga ia dan Eky meninggal dunia.
Pada saat Vina meninggal dunia pada 2016 silam, ibunya bekerja di Malaysia. Hati ibu Vina hancur mendapati kabar anaknya telah meninggal dunia. Sementara dia sedang berada di negeri orang.
Ibunda Vina sempat meminta pulang ke Indonesia namun tidak diperbolehkan oleh majikannya lantaran khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dengan emosi yang tidak stabil.
Akhirnya ibu Vina diperbolehkan pulang setelah almarhumah memasuki 40 hari dari kejadian meninggal dunia. Pada saat ibunya baru saja tiba di rumah, Vina langsung merasuki tubuh Linda untuk kedua kalinya.
"Baru nyampek rumah, belum lepas sepatu, sudah ditelepon," kata ibunda Vina dalam podcast Denny Sumargo.
"Padahal ibu pulang nggak ada yang tahu," timpal Marliana, kakak mendiang Vina.
Orang yang menghubungi Marliana pada saat itu adalah keluarga Linda. Kakak mendiang Vina ditanya apakah ibunya pulang dari Malaysia.
Dia pun diberi tahu bahwa arwah Vina kembali masuk ke dalam tubuh Linda dan Vina meminta untuk bertemu ibunya. "Saya langsung datang ke sana sama Mama. Dipeluklah Mama," ujar Marliana.
"Dari jauh sudah manggil, Mama. Itu suara anak saya, saya tahu. Saya diam saja. Pas masuk, dia peluk saya. 'Mama, maafın Vina belum bisa bahagiain Mama. Tangan Vina sakit.' Saya nggak bisa ngomong apa-apa hanya peluk saja sambil nangis," kata ibunda Vina.
Selain minta maaf kepada ibunda, arwah Vina juga memberi tahu bahwa pelaku yang sempat dikabarkan kabur ke luar negeri sama sekali tidak benar. "Katanya kan pelaku kabur ke luar negeri. Almarhumah tahu, itu bohong mbak. Dia bukan di luar negeri tapi kabur ke Jakarta," kata Marliana menirukan ucapan Vina.
Menurut pengakuan Marliana, Vina pada waktu itu sempat menyatakan akan melakukan aksi balas dendam apabila polisi tidak dapat menuntaskan kasus ini. "Kalau polisi gak sanggup nyari biar aku yang datangi. Kita bilang jangan lho. Kamu datangi pakai tubuh orang kan, nanti kasihan orang ini kena kasus. Biar keluarga kamu yang ngurusin," ucap Marliana.
Kepada ibunda, Vina juga menitip pesan untuk mencari Egi yang disebut sebagai pelaku utama atas meninggalnya almarhumah. Pihak keluarga pun berjanji akan mengupayakannya untuk mencari pelaku yang masih kabur supaya mendapat ganjaran setimpal.
Diantara delapan pelaku yang sudah mendapat mendapat vonis dari pengadilan dan menjalani hukuman, tiga pelaku pembunuh Vina lainnya masih bebas berkeliaran.
Setelah kasus kematian Vina menjadi perhatian masyarakat luas dan kembali viral saat ini, akun Instagram Humas Polda Jawa Barat akhirnya mengumumkan tiga orang pelaku pembunuh Vina sebagai DPO (daftar pencarian orang).
Mereka adalah Pegi alias Perong, Andi, dan Dani. Pihak kepolisian juga mengungkap ciri-ciri ketiga pelaku.
Kasus kematian Vina kembali viral di media sosial di tahun 2024 ini setelah dekapan tahun berlalu dengan adanya film Vina: Sebelum 7 Hari yang saat ini masih tayang di bioskop. Film garapan Anggy Umbara tersebut memang bukan film dokumenter. Namun filmnya memuat banyak fakta atas tragedi meninggalnya Vina.