Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Desember 2016 | 22.55 WIB

Awal Tahun Rintis Pembebasan Jalur Alternatif Menuju Batu

Merealisasikan Alternatif Jalur ke Batu - Image

Merealisasikan Alternatif Jalur ke Batu

JawaPos.com – Jalan tembus Pasuruan–Batu mulai direalisasikan. Kini disiapkan tahap pembebasan tanah. Pemprov Jatim bakal menganggarkan Rp 20 miliar untuk mengawali proses tersebut.



Bila tahap-tahap itu mulai berjalan, pemprov yakin akan mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Terutama dari segi pendanaan, termasuk membangun fisiknya.



Alasannya, jalan tersebut akan menjadi akses ke sejumlah tempat wisata di Batu yang sering dikunjungi masyarakat.



Karena itu, dalam kajian pemprov, jalur alternatif tersebut tidak semata-mata dibutuhkan warga Jatim, tetapi masyarakat Indonesia secara luas.



Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jatim Fattah Jasin menyatakan bahwa upaya untuk mendapatkan perhatian pemerintah pusat bukan hal mudah.



Karena itu, pemprov membantu menyediakan lahan dengan menggandeng daerah-daerah yang dilewati. Fattah belajar dari pengalaman mengusulkan proyek daerah ke pemerintah pusat.



Biasanya, skala prioritas diberikan kepada proyek yang persiapannya sekitar 50 persen. Dia optimistis proyek tersebut bakal ditangani pusat jika lahan sudah dibebaskan.



Tahun ini proses studi kelayakan dan detail engineering design (DED) sudah tuntas. Selanjutnya, pembebasan tanah berlangsung awal tahun.



Penentuan lokasi dan lahan yang akan dibebaskan juga sudah selesai. Tinggal penerapan di lapangan. Menurut rencana, jalan tembus itu berawal dari Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, kemudian berlanjut ke selatan menuju Prigen.



Akses menuju kawasan tersebut sebenarnya sudah ada. Pemerintah provinsi tinggal melebarkan. Jalur itu akan melewati Giripurno, Bumiaji, dan berakhir di Kota Batu.



Pembangunan akses tembus itu diharapkan mampu mengurai kepadatan jalur utama Pandaan–Malang. Dengan begitu, arus lalu lintas dari Surabaya dan Sidoarjo akan lancar. Itu bisa dilihat akhir pekan lalu saat libur panjang.



Ruas jalan tol Surabaya–Pandaan macet. Bahkan, kemacetan itu memanjang hingga pintu masuk tol. Jalan Ahmad Yani yang menjadi jalur utama Surabaya–Sidoarjo pun terkena dampaknya.



Banyak kendaraan yang merambat di jalur tersebut saat hendak masuk tol Waru. Jangan heran jika perjalanan Surabaya–Malang yang normalnya 2 jam harus molor hingga 5 jam.



Kondisi tersebut membuat masyarakat tidak bisa menikmati liburan. Kepala DLLAJ Jatim Wahid Wahyudi mengatakan, upaya yang bisa ditempuh adalah membuka jalur baru.



Jalan tembus akan memecah kepadatan lalu lintas jalur utama. ’’Pengadaan jalur alternatif itu sudah menjadi kebutuhan,’’ ungkapnya. (riq/c15/git/sep/JPG)

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore