Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 Mei 2021 | 20.06 WIB

Rocker Juga Bisa Suka Warna Kuning, lho

TANTRI KOTAK - DOK. TANTRI KOTAK - Image

TANTRI KOTAK - DOK. TANTRI KOTAK

BAGI Tantri Kotak, gaya berpakaian memengaruhi kepercayaan diri si pemakai. Karena itu, dia konsisten menganut gaya berpakaian yang simpel, namun tetap trendi.

Dihubungi melalui sambungan telepon kemarin (29/5), vokalis band yang telah menelurkan banyak hit itu mengaku menganut gaya streetwear dalam berpakaian sehari-hari. Perpaduan kaus atau kemeja dengan celana jins atau kulot. Ditambah hijab segitiga simpel yang hanya diikat di bagian belakang leher.

”Soalnya, aku tipe orang yang aktif banget dan mudah berkeringat. Jadi, pasti pilih pakaian yang nggak ribet,” katanya.

Kendati demikian, dia memiliki batasan dalam memilih jenis atau model pakaian yang dikenakan. Yakni, tidak membentuk lekuk tubuh.

Ketika manggung, dia terbiasa memadupadankan pakaian dengan menambah inner atau manset untuk menutup lengan. ”Simpel aja, tinggal mix and match. Luarannya pakai kaus pendek,” ujar perempuan yang berhijab sejak 2018 tersebut.

Perihal warna, hitam tetap mendominasi gaya berpakaian istri Arda Naff tersebut. Namun, belakangan, Tantri bersama dua kawan sebandnya, Chua dan Cella, memberikan sentuhan warna cerah di setiap penampilan. Tujuannya, mengubah stereotipe masyarakat bahwa musik rock identik dengan warna gelap.

”Pengin ngasih tau aja kalau rocker tuh juga cocok dengan sentuhan warna-warni. Akhir-aknir ini aku malah lagi suka baju kuning,” ucap dia, lalu tertawa dengan suara khasnya yang serak.

Di sisi lain, Tantri mengaku tidak tahu betul mengenai jenis bahan pakaian yang biasa dikenakannya. Kendati demikian, dia meyakini mayoritas pakaian yang dikenakannya berbahan katun.

Dia juga bukan tipikal orang yang brand minded. ”Yang penting suka dan nyaman bahannya. Pas ketemu di pasar ada yang bagus, ya aku beli,” ujarnya.

Photo

Ronal Surapradja. (Dok. Ronal Surapradja)

Di sisi lain, ada presenter Ronal Surapradja yang selalu tampil total dalam berbusana saat beribadah. Sebab, busana laki-laki umumnya ”monoton” dan bisa dibilang membosankan lantaran modelnya yang itu-itu saja.

Dia berinisiatif membuat celana sarung dengan sentuhan lurik dan tenun. ”Saya memang punya ketertarikan tersendiri dengan kain-kain Nusantara,” kata Ronal.

Baca juga: Produsen-Konsumen Harus Berjuang untuk Halal dan Berkah

Awalnya, celana sarung tersebut dibuat untuk penggunaan pribadi. Namun, siapa sangka, karyanya itu justru disukai banyak orang. Sampai akhirnya berbuah menjadi usaha yang kini dijalani bernama Lawlaka.

Bisnis fashion muslimnya itu dulu hanya berfokus pada setelan sarung dan kemeja salat untuk laki-laki. Tapi, sekarang merambah pula ke pakaian muslimah. Ronal menjelaskan, produknya itu tidak full menggunakan lurik atau tenun. Namun, dengan perpaduan kain polos.

”Saya nggak suka kalau full kayak bapak-bapak banget,” ujar pria yang juga dikenal sebagai aktor dan musisi itu.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore