Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Juni 2026 | 04.05 WIB

Orang yang Menolak Menggunakan Pesan Suara dan Memilih Pesan Teks di WhatsApp Biasanya Menunjukkan 10 Ciri Khas Berikut Ini 

seseorang yang menolak menggunakan pesan suara(Magnific/lifeforstock) - Image

seseorang yang menolak menggunakan pesan suara(Magnific/lifeforstock)


JawaPos.com - Di era komunikasi digital seperti sekarang, pesan suara atau voice note sudah menjadi hal yang sangat umum digunakan. Banyak orang merasa lebih praktis berbicara langsung daripada mengetik panjang lebar. Namun menariknya, ada juga kelompok orang yang justru menghindari pesan suara dan lebih nyaman menggunakan pesan teks.

Mereka sering dianggap terlalu formal, kaku, atau bahkan “ribet” karena memilih mengetik daripada berbicara beberapa detik. Padahal menurut psikologi, preferensi komunikasi seperti ini sering kali berkaitan dengan kepribadian, cara berpikir, hingga kebutuhan emosional seseorang.

Tentu saja tidak semua orang yang menolak pesan suara memiliki karakter yang sama persis. Namun secara umum, ada beberapa pola perilaku yang cukup sering muncul pada mereka yang lebih memilih mengetik dibanding mengirim voice note.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat 10 ciri khas yang biasanya dimiliki orang-orang tersebut menurut sudut pandang psikologi.

1. Mereka Cenderung Lebih Introvert

Salah satu alasan paling umum seseorang menghindari pesan suara adalah karena mereka memiliki kecenderungan introvert. Orang introvert biasanya merasa lebih nyaman mengekspresikan diri melalui tulisan daripada suara.

Mengetik memberi mereka waktu untuk berpikir sebelum merespons. Mereka bisa memilih kata dengan hati-hati tanpa tekanan harus langsung berbicara spontan.

Bagi introvert, komunikasi teks terasa lebih aman dan tidak terlalu menguras energi emosional dibanding berbicara langsung atau merekam suara.

2. Mereka Sangat Memikirkan Cara Penyampaian

Orang yang lebih suka teks biasanya cukup detail dalam berkomunikasi. Mereka ingin memastikan pesan yang disampaikan benar-benar jelas dan tidak menimbulkan salah paham.

Dalam pesan teks, mereka bisa mengedit, menghapus, dan menyusun ulang kalimat sebelum dikirim. Hal ini sulit dilakukan dalam pesan suara yang lebih spontan.

Karena itu, banyak dari mereka cenderung perfeksionis dalam komunikasi dan tidak nyaman jika harus berbicara tanpa persiapan.

3. Mereka Menghargai Privasi

Tidak semua orang nyaman suaranya didengar orang lain. Sebagian orang merasa pesan suara terlalu personal atau terlalu membuka ruang privasi.

Mereka khawatir suara mereka diputar di tempat umum, didengar orang lain, atau bahkan disalahartikan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore