Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 April 2026 | 23.48 WIB

7 Hal yang Dilakukan Orang Ketika Diam-Diam Berencana Mengakhiri Hubungan Menurut Psikologi, Apa Sajakah Itu?

seseorang yang berencana mengakhiri hubungan. (Freepik/Wavebreak Media) - Image

seseorang yang berencana mengakhiri hubungan. (Freepik/Wavebreak Media)

JawaPos.com - Dalam sebuah hubungan, tidak semua perpisahan terjadi secara tiba-tiba. Banyak orang sebenarnya sudah melalui proses internal yang panjang sebelum akhirnya memutuskan untuk pergi.

Menurut psikologi, keputusan untuk mengakhiri hubungan sering kali ditandai oleh perubahan perilaku yang halus—bahkan terkadang hampir tidak disadari oleh pasangannya.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh hal yang sering dilakukan seseorang ketika mereka diam-diam mulai merencanakan untuk mengakhiri hubungan:

1. Mengurangi Keterlibatan Emosional

Salah satu tanda paling awal adalah penarikan diri secara emosional. Mereka mungkin masih hadir secara fisik, tetapi secara perasaan sudah mulai menjauh.

Secara psikologis, ini disebut sebagai emotional disengagement, yaitu proses di mana seseorang secara perlahan memutus ikatan emosional untuk melindungi diri dari rasa sakit di masa depan. Mereka menjadi:

Kurang responsif
Tidak lagi tertarik pada percakapan mendalam
Terlihat “dingin” tanpa alasan jelas

Ini sering menjadi mekanisme pertahanan sebelum benar-benar mengakhiri hubungan.

2. Berhenti Membicarakan Masa Depan Bersama

Orang yang masih berkomitmen biasanya akan membicarakan rencana masa depan—liburan, karier, bahkan hal kecil seperti akhir pekan.

Namun ketika seseorang mulai ingin pergi, mereka:

Menghindari topik masa depan
Memberi jawaban yang tidak pasti
Tidak lagi memasukkan pasangan dalam rencana hidupnya

Dalam psikologi hubungan, ini menunjukkan penurunan investasi jangka panjang (declining long-term commitment).

3. Lebih Fokus pada Diri Sendiri

Perubahan lain yang sering terjadi adalah meningkatnya fokus pada diri sendiri. Ini bukan sekadar self-care sehat, tetapi lebih ke arah “persiapan hidup tanpa pasangan”.

Contohnya:

Lebih sering melakukan aktivitas sendiri
Mengembangkan rutinitas tanpa melibatkan pasangan
Mulai membangun kembali identitas pribadi yang terpisah

Secara tidak sadar, mereka sedang “memisahkan diri” dari hubungan tersebut.

4. Mengurangi Konflik, Tapi Bukan Karena Hubungan Membaik

Menariknya, ketika seseorang sudah ingin mengakhiri hubungan, mereka justru bisa terlihat lebih “tenang” dan jarang berdebat.

Namun ini bukan karena hubungan membaik—melainkan karena:

Mereka sudah tidak merasa perlu memperjuangkan hubungan
Energi emosional sudah ditarik
Mereka memilih menghindari konflik daripada menyelesaikannya

Dalam psikologi, ini dikenal sebagai withdrawal phase, yaitu fase di mana seseorang berhenti berinvestasi secara emosional.

5. Mencari Dukungan dari Orang Lain

Sebelum benar-benar putus, seseorang sering mulai membuka diri kepada orang lain:

Curhat ke teman atau keluarga
Mencari validasi atas perasaannya
Bahkan mulai tertarik secara emosional pada orang baru

Hal ini berfungsi sebagai buffer emosional, yaitu cara untuk mengurangi rasa kesepian sebelum benar-benar keluar dari hubungan.

6. Mengubah Cara Berkomunikasi

Komunikasi menjadi lebih datar, singkat, dan kurang hangat. Mereka mungkin:

Membalas pesan seperlunya
Jarang memulai percakapan
Tidak lagi menunjukkan antusiasme

Dari perspektif psikologi komunikasi, ini menunjukkan penurunan emotional responsiveness, yang merupakan salah satu pilar penting dalam hubungan sehat.

7. Secara Mental Sudah “Mengakhiri” Hubungan

Yang paling penting: sering kali hubungan sudah berakhir secara mental sebelum benar-benar diakhiri secara resmi.

Mereka mungkin:

Sudah membayangkan hidup tanpa pasangan
Merasa lebih lega saat tidak bersama
Tidak lagi melihat hubungan sebagai bagian dari identitas dirinya

Ini disebut sebagai cognitive detachment, yaitu kondisi di mana seseorang secara mental telah melepaskan diri, meskipun secara fisik masih berada dalam hubungan.

Penutup

Mengakhiri hubungan bukanlah keputusan yang sederhana. Dalam banyak kasus, itu adalah hasil dari proses psikologis yang berlangsung perlahan—ditandai oleh perubahan kecil yang jika diperhatikan, sebenarnya cukup jelas.

Memahami tanda-tanda ini bukan hanya membantu kita mengenali perubahan pada pasangan, tetapi juga memberi kesempatan untuk:

Mengevaluasi hubungan
Membuka komunikasi yang jujur
Atau menerima kenyataan dengan lebih siap secara emosional

Pada akhirnya, hubungan yang sehat bukan hanya tentang bertahan, tetapi juga tentang kesadaran—apakah kedua orang masih benar-benar ingin berada di dalamnya.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore