
seseorang yang selalu tahu berapa banyak bahan makanan tersisa (Freepik/syda_productions)
JawaPos.com - Di banyak rumah tangga, selalu ada satu orang yang tampaknya memiliki “indera keenam” mengenai persediaan dapur. Tanpa membuka lemari atau kulkas, mereka sudah tahu apakah beras tinggal sedikit, telur hampir habis, atau gula masih cukup untuk beberapa hari. Ketika orang lain harus mengecek satu per satu, mereka bisa langsung menjawab dengan akurat.
Fenomena ini sebenarnya bukan sekadar kebiasaan atau keberuntungan. Dalam psikologi kognitif, kemampuan semacam ini sering berkaitan dengan kombinasi beberapa fungsi mental seperti memori kerja, kemampuan observasi, dan pola berpikir terstruktur. Orang yang mampu memperkirakan stok bahan makanan dengan tepat biasanya memiliki pola kognitif tertentu yang berkembang dari pengalaman sehari-hari.
Dilansir dari Silicon Canals, terdapat tujuh ciri kognitif yang sering dimiliki orang yang selalu tahu persis berapa banyak bahan makanan yang tersisa tanpa perlu memeriksanya.
1. Memori Kerja yang Sangat Kuat
Ciri pertama adalah memori kerja (working memory) yang kuat. Memori kerja adalah kemampuan otak untuk menyimpan dan memproses informasi dalam jangka pendek saat melakukan aktivitas tertentu.
Orang dengan memori kerja yang baik dapat mengingat hal-hal kecil yang sering dilupakan orang lain. Misalnya:
Berapa banyak telur yang digunakan kemarin
Kapan terakhir membeli beras
Berapa kali memasak dalam seminggu
Informasi tersebut disimpan secara aktif di pikiran mereka. Akibatnya, tanpa membuka lemari dapur pun mereka bisa memperkirakan sisa stok dengan cukup akurat.
2. Kemampuan Observasi yang Tajam
Orang yang selalu tahu kondisi dapur biasanya memiliki kemampuan observasi yang tinggi. Mereka memperhatikan detail kecil yang sering terlewat oleh orang lain.
Contohnya:
Tinggi beras di dalam wadah
