Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Februari 2025 | 03.43 WIB

9 Tipe Kepribadian Orang yang Harus Kamu Jauhi Menurut Psikologi, Jika Kamu Ingin Maju dalam Hidup

Kepribadian orang yang perlu kamu jauhi jika ingin maju menurut psikologi - Image

Kepribadian orang yang perlu kamu jauhi jika ingin maju menurut psikologi

JawaPos.com – Tidak semua orang di sekitarmu membawa dampak positif bagi perkembangan diri. Beberapa individu justru bisa menjadi penghambat untuk maju dalam hidupmu.

Menurut psikologi, ada tipe-tipe kepribadian tertentu yang sebaiknya kamu jauhi jika kamu ingin berkembang dan mencapai tujuan hidup dengan lebih mudah.

Mereka mungkin terlihat biasa saja pada awalnya, tetapi jika dibiarkan terlalu lama dalam lingkaran sosialmu, mereka bisa menjadi penghalang besar bagi kesuksesan dan kesejahteraan mentalmu.

Dilansir dari geediting.com pada Jumat (14/2), diterangkan bahwa terdapat delapan tipe kepribadian orang yang harus kamu jauhi menurut psikologi, jika kamu ingin maju dalam hidup.

1. Pengeluh berkepanjangan

Para pengeluh kronis adalah mereka yang tidak pernah merasa puas dengan apapun dalam hidup mereka. Mereka cenderung mencari-cari masalah bahkan dalam situasi yang sebenarnya baik-baik saja, seperti mengeluhkan cuaca yang terlalu panas saat matahari bersinar atau terlalu suram saat mendung.

Perilaku mengeluh yang terus-menerus ini berbeda dengan seseorang yang sesekali butuh meluapkan emosinya karena menghadapi kesulitan yang nyata. Menurut konsep penularan emosi dalam psikologi, suasana hati bisa menular, sehingga berada di sekitar orang-orang negatif dapat menurunkan energi dan pandangan kamu terhadap kehidupan.

2. Penguras energi

Mereka adalah tipe orang yang menguras energi positif dan sumber daya emosional kamu secara perlahan namun pasti. Terkadang cara mereka tidak terlalu mencolok - bisa jadi hanya kebutuhan konstan akan perhatian, simpati, atau dukungan kamu.

Ketika berinteraksi dengan mereka, kamu akan merasa sangat lelah dan terkuras secara mental. Seringkali kamu bahkan mulai merasa cemas dan takut ketika harus bertemu atau berbicara dengan mereka.

3. Pengkritik abadi

Kritik yang membangun memang diperlukan untuk pengembangan diri, namun ada perbedaan besar antara masukan yang bermanfaat dengan pencarian kesalahan yang tak berkesudahan.

Para pengkritik abadi akan selalu mencari celah dalam mimpi-mimpi kamu dan meremehkan pencapaian yang telah kamu raih, seringkali karena mereka memproyeksikan ketidakamanan diri mereka sendiri kepada kamu.

Seperti kata Helen Keller, “Satu-satunya hal yang lebih buruk dari kebutaan adalah memiliki penglihatan tetapi tidak memiliki visi.” Pengkritik semacam ini seringkali tidak memiliki visi untuk diri mereka sendiri, sehingga mereka akan berusaha mencari kelemahan dalam visi kamu.

4. Kelompok pemain aman

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore