
7 Kebiasaan Orang yang Terlilit Hutang dan Hidup dalam Kebangkrutan, Menurut Psikologi./Pexels.
JawaPos.com - Masalah finansial sering kali terasa seperti siklus tanpa akhir yang membuat kita terjebak di tempat yang sama, bahkan mungkin lebih buruk dari sebelumnya. Namun, kondisi ini jarang terjadi secara acak.
Banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan sehari-hari mereka memiliki dampak besar pada stabilitas keuangan. Psikologi menjelaskan bahwa pola pikir dan emosi memainkan peran penting dalam bagaimana seseorang mengelola uangnya.
Dilansir dari laman Blog Herald pada Senin (6/1) berikut tujuh kebiasaan umum yang sering ditemukan pada orang yang terlilit hutang dan terus hidup dalam kebangkrutan.
1. Hidup di Luar Kemampuan
Gaya hidup serba instan sering kali menggoda kita untuk menghabiskan uang lebih dari yang kita hasilkan. Membeli mobil baru, gadget terbaru, atau menyewa apartemen mewah sering dianggap sebagai simbol kesuksesan.
Namun, kenyataannya adalah banyak orang terjebak dalam utang karena mengambil komitmen finansial yang tidak seimbang dengan pendapatan mereka.
Hidup di luar kemampuan adalah kebiasaan yang sulit dilepaskan, terutama jika seseorang terus membandingkan dirinya dengan orang lain.
Padahal, hidup sesuai kemampuan tidak hanya tentang pengorbanan, tetapi juga tentang melindungi diri dari siklus masalah finansial yang lebih besar.
2. Menghindari Pembicaraan tentang Uang
Aneh tapi nyata, banyak orang yang terlilit hutang justru memilih untuk menghindari berbicara atau bahkan berpikir tentang situasi keuangan mereka.
Penghindaran ini sering kali dipicu oleh rasa malu, takut, atau bahkan denial terhadap realitas.
Misalnya, seseorang mungkin sengaja tidak membuka laporan rekening banknya karena takut melihat saldo negatif atau tagihan yang belum dibayar.
Kebiasaan ini, meskipun tampaknya melindungi dari stres jangka pendek, sebenarnya hanya memperburuk masalah finansial dalam jangka panjang.
3. Pembelian Impulsif
Pernahkah Anda membeli sesuatu hanya karena terlihat menarik di etalase atau sedang diskon besar-besaran? Pembelian impulsif adalah kebiasaan yang sering kali menggiring seseorang ke dalam masalah keuangan.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
