Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Desember 2024 | 03.08 WIB

8 Perilaku Perempuan yang Berpotensi Menjadi 'Mertua Toxic' Ketika Anak Lelakinya Menikah, Apa Saja?

Ilustrasi mertua toxic. - Image

Ilustrasi mertua toxic.

JawaPos.com - Masalah pernikahan bukan hanya terjadi antara pasangan suami istri, melainkan dengan ipar atau mertua. Hal ini sering kali menjadi pemicu keretakan rumah tangga.

Mengutip dari laman Alodokter, umumnya masalah ini terjadi pada mertua perempuan dari pihak lelaki kepada istrinya, hal ini disebabkan karena harapan mertua terhadap menantu tidak sesuai dengan kenyataan. Seperti terkait dengan cara menantu merawat anak serta cucunya, memasak makanan, hingga urusan perawatan rumah.

Selain itu kita juga perlu mengetahui tandanya seperti yang dilansir laman Your Tango pada (02/12) ada 8 perilaku perempuan yang berpotensi menjadi 'mertua toxic' ketika anaknya sudah menikah :

1. Merasa tidak puas akan pernikahannya sendiri

Mertua yang merasa tidak puas dengan pernikahannya sendiri akan bergantung pada anak lelakinya, jadi seolah-olah mereka menjadikan anaknya sebagai 'pengganti' sosok pria dalam hidupnya.

Jika perempuan bergantung pada putranya untuk memenuhi kebutuhan emosionalnya, kemungkinan besar dia akan menjadi ibu mertua yang toxic dan sulit melepaskan putranya.

2. Lebih mengutamakan anak lelaki dibanding anak perempuan

Sifat lain dari perempuan yang berpotensi jadi mertua toxic adalah lebih mengutamakan anak lelaki daripada anak perempuan. Sehingga mereka membuat putranya itu sangat istimewa.

Perilaku ini mungkin sering disebut dengan patriarki, disaat kaum lelaki dianggap lebih kuat dibanding perempuan. Akibat sikap pilih kasihnya, kemungkinan besar dia akan kesulitan menerima putranya untuk memulai hubungan dengan orang lain.

3. Tidak mengenal istri dari anaknya

Seorang perempuan yang berpotensi jadi mertua toxic, bisa jadi karena tidak mengenal lebih dalam tentang istri dari putranya. Ketidaksukaan dan rasa hormatnya mungkin terlihat jelas ketika mereka berinteraksi.

Meskipun beberapa orang tua tidak secara otomatis menyukai istri dari anaknya, tapi mereka harus menghormati serta menerima keputusan anaknya dalam memilih pasangan hidup.

4. Larut dalam trauma hubungan

Trauma generasi dapat sangat mempengaruhi cara orang berhubungan satu sama lain, baik di dalam atau luar sistem keluarga mereka sendiri maupun. Jika seorang perempuan diperlakukan buruk oleh ibu mertuanya sendiri, besar kemungkinan dia akan mengulangi perilaku tersebut kepada istri dari anaknya.

5. Tidak reflektif terhadap diri sendiri

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore