Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 September 2021 | 23.28 WIB

Demi Destinasi Fashion Muslim Dunia, MOFP Telurkan Desainer Muda

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Bukan rahasia lagi kalau modest fashion atau industri mode muslim Indonesia sangat berkembang. Ini terlihat dari menjamurnya merek lokal yang mengembangkan busana tertutup atau muslim. Bahkan Indonesia pun menargetkan bisa menjadi destinasi fahsion muslim dunia.

Berkaitan dengan capaian tersebut, kompetisi Modest Fashion Project (MOFP) pun hadir. Ini merupakan salah satu langkah untuk merangsang para designer muda melahirkan karya dan bisa bersaing dengan desainer dunia. Tentunya, kehadiran MOFP menjadi peluang bagi para desaineruntuk memberikan karya terbaiknya.

“Karena sudah banyak nama desainer fashion maupun brand fashion Indonesia yang mendunia,” kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin, Reni Yanita.

Diharapkan, MOFP bisa menumbuhkan kreasi anak-anak muda kita di modest fashion. Sebab, ungkap Reni, dalam modest fahsion, ada peluang besar yang harus diciptakan. Terlebih, kata Reni, jumlah penduduk muslim Indonesia dan dunia cukup besar. Untuk itu dukungan pada desainer muda harus dilakukan.

Kompetisi Modest Fashion Project (MOFP) 2021 berakhir. Empat finalis terbaik menjadi juara di ajang tahunan yang digelar Direktorat Jenderal IKMA Kemenperin. Empat finalis tersebut diantaranya Auke Kurnia (Juara 1), Ida Fahmi (Juara 2) , Indra Syahri (Juara 3) dan Salsabilla Izzatin (Juara Favourite) dalam kegiatan yang digelar di Gedung Putih, Bintaro, Tangerang, Banten, Sabtu (25/9) sore.

"Adanya kegiatan ini kita terus lakukan pendampingan sampai 2 tahun kedepan sehingga siap untuk menggeluti bisnisnya. Saya harap finalis MOFP bisa menjadi desainer fashion yang juga dapat berkarya di kancah dunia mempromosikan dan memajukan potensi industri fashion muslim nasional yang kelak akan jadi destinasi industri fashion muslim dunia,” sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, E. Ratna Utarianingrum selaku Direktur Industri Aneka dan IKM Kimia Sandang dan Kerajinan mengatakan, industri kreatif cukup memberikan sumbangan yang tinggi dari 16 subsektor pada pendapatan nasional. Kementerian Perindustrian pun concern pada 3 subsektor.

Pertama fashion kriya dan animasi walaupun sebetulnya industri kreatif itu makanan minuman penyumbang besar nomor satu. Kedua fashion. Serta Ketiga kriya.

"Inilah yang menjadikan spirit bahwa ini kontribusi sangat besar dan masih punya pasar besar kemudian dari industri pengolahan kita juga besar tekstil dan produk ini neracanya positif akhirnya ekspor kita masih bagus inilah yang kita genjot melalui kegiatan seperti MFOP ini," katanya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore