
Sagu dibuat kekinian dalam bentuk aneka ragam di Papua/dok panitia (istimewa)
JawaPos.com - Sagu sudah lama dikenal sejak dulu sebagai makanan pokok wilayah Timur Indonesia. Papua yang kini sedang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) juga memperkenalkan makanan atau kuliner khas sagu dalam bentuk kekinian, yakni berupa mi dan pasta. Sagu rupanya juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.
Duta Sagu Indonesia, Jenny Widjaja memberi oleh-oleh berupa kuliner kekinian dari tanah Papua bersama Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono bersama Sagolicious. Pusat kuliner yang berada di PapuaItu, itu menyediakan kuliner berbahan utama sagu.
Menurut Food and Agricuture Organization, per 100 gram sagu mengandung kalori : 332, protein: kurang dari 1 gram, Lemak : kurang dari 1 gram, Karbohidrat: 83 gram, Serat: kurang dari 1 gram, dan Zinc : 11 persen dari Reference Daily Intake (RDI). Selain zinc, sagu juga rendah vitamin dan mineral. Ini membuatnya secara nutrisi lebih rendah daripada banyak jenis tepung seperti gandum utuh atau soba, yang biasanya mengandung lebih banyak nutrisi, seperti protein dan vitamin B.
"Sagu juga dikenal sebagai penangkal radikal bebas, sumber pati resisten yang baik, mengurangi risiko penyakit jantung, meningkatkan kinerja saat olahraga, menambah berat badan, menurunkan tekanan darah, dan sebagainya," kata Jenny secara virtual kepada wartawan, Kamis (7/10).
Menurutnya pati resisten yang baik untuk pencernaan dimana menjadi sumber-sumber bakteri baik dalam usus. Sagu juga memberikan banyak energi, mencegah penyakit jantung, memperlancar sistem pencernaan, meningkatkan kesehatan tulang dan sendi serta meningkatkan performa tubuh saat berolahraga.
Menurut Jenny, Papua kaya dengan hamparan sagu sejauh mata memandang. Para penduduk mengolah sagu dengan mencuci. Batang pohon ini ditebang sampai keluar tepungnya.
"Sagu tanaman alam dari papua, selama ini turun temurun keluarga Papua, mereka ini makanan pokoknya sagu, biasanya diolah papeda dan Sagu mengandung kaya gizi, salah satunya pati resisten baik untuk bakteri di usus, tambah stamina, kurangi kolesterol," kata Jenny.
Kreasi Sagu Selain Papeda
Selain dibuat makanan papeda, sagu bisa dijadikan mi, pasta, dan makaroni. Lalu pasta disajikan dengan tanaman buah merah khas Papua.
"Sagu bisa dijadikan spageti lasagna," katanya.
Tips memasaknya :
Masak sagu hanya perlu mendidihkan air. Lalu masak 2-3 menit. Jika warna putihnya putihnya lalu menjadi bening, maka bisa diangkat.
Sebelum dimasak, bisa direndam air selama 6 menit. Enak juga dibuat sup makaroni, carbonara, pasta spageti, mi ayam sagu, pasta sagu.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
