Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Februari 2025 | 17.23 WIB

Bikin Bahagia Sesaat, Tapi Berbahaya di Kemudian Hari! 7 Kebiasaan yang Diam-diam Merusak Masa Depan Menurut Psikologi

Ilustrasi orang yang selalu mengutamakan uang. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang selalu mengutamakan uang. (Freepik)

JawaPos.Com - Ada banyak kebiasaan yang terasa menyenangkan dan membuat kita bahagia untuk sementara, tetapi tanpa disadari justru menjerumuskan kita ke dalam masalah di masa depan. 

Saat ini, kita mungkin merasa puas dengan pencapaian instan, keputusan yang tergesa-gesa, atau cara hidup yang tampaknya mudah. 

Namun, psikologi menunjukkan bahwa tidak semua kebiasaan yang membawa kebahagiaan sesaat akan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Sama seperti makan makanan cepat saji yang terasa nikmat tetapi dapat merusak kesehatan jika dikonsumsi terus-menerus, beberapa kebiasaan dalam hidup juga bisa berbahaya jika dilakukan tanpa pertimbangan matang. 

Banyak orang tidak menyadari bahwa hal-hal kecil yang dilakukan setiap hari bisa berdampak besar pada kebahagiaan, kesejahteraan, dan kesuksesan mereka di masa depan.

Jika ingin hidup yang lebih baik, kita perlu mengenali kebiasaan-kebiasaan yang mungkin terlihat menyenangkan saat ini tetapi memiliki konsekuensi negatif dalam jangka panjang. 

Dilansir dari Yourtango, inilah tujuh kebiasaan yang menurut psikologi bisa membuat kita bahagia sekarang, tetapi merugikan di masa depan.

1. Terlalu Fokus pada Diri Sendiri dan Mengabaikan Orang Lain

Mengenali dan mencintai diri sendiri memang penting. Konsep self-love dan self-care semakin populer dalam beberapa tahun terakhir, mendorong banyak orang untuk lebih memperhatikan kebahagiaan serta kesejahteraan pribadi. 

Namun, jika terlalu terobsesi dengan diri sendiri tanpa mempertimbangkan perasaan dan kebutuhan orang lain, sikap ini bisa berkembang menjadi egoisme dan bahkan antisocial behavior.

Orang yang terlalu fokus pada dirinya sendiri cenderung sulit menerima kritik, kurang fleksibel dalam bekerja sama, dan kurang memahami perasaan orang lain. 

Dalam jangka pendek, mungkin mereka merasa lebih percaya diri dan bebas dari pengaruh luar, tetapi dalam jangka panjang, mereka bisa kehilangan dukungan dari orang-orang di sekitar dan merasa kesepian. 

Hubungan sosial yang sehat memerlukan keseimbangan antara perhatian terhadap diri sendiri dan kepedulian terhadap orang lain.

2. Mengejar Uang dan Harta Tanpa Memikirkan Kebahagiaan Sejati

Dalam dunia modern, uang sering dianggap sebagai simbol kesuksesan dan kebahagiaan. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore