
Ilustrasi orang yang terlalu banyak berpikir atau overthinking tanpa menyadarinya. (Pexels/Ron Lach)
JawaPos.com - Overthinking adalah sesuatu yang kita semua lakukan dari waktu ke waktu, terutama saat sendirian di rumah. Beberapa orang mungkin terjerumus ke dalam pikiran berlebihan pada pukul 2 pagi di hari-hari tertentu.
Faktanya, berpikir berlebihan bukan hanya tentang berpikir terlalu banyak. Berpikir berlebihan atau overthinking juga terkait dengan kebiasaan tertentu tanpa menyadarinya. Mereka yang terlalu banyak berpikir saat sendirian biasanya menunjukkan beberapa pola tertentu.
Dilansir dari Small Business Bonfire, terdapat tujuh kebiasaan yang sering ditunjukkan orang-orang yang terlalu banyak berpikir tanpa menyadarinya.
1. Ahli dalam skenario "what if"
Overthinking seringkali berjalan seiring dengan kemampuan membayangkan skenario 'bagaimana jika' atau 'what if'. Ini bukan sekadar sesi lamunan acak. Ini adalah proses otak yang mencoba mempersiapkan dan merencanakan setiap kemungkinan dan hasilnya.
Namun, hal itu tidak selalu produktif. Bahkan, kebiasaan ini dapat menyebabkan stres dan kecemasan yang tidak perlu. Tidak apa-apa untuk merencanakan dan mempersiapkan, tetapi tidak semua skenario 'bagaimana jika' memerlukan rencana tindakan yang terperinci.
2. Terjebak dalam perenungan
Dalam istilah psikologis, perenungan itu seperti kaset rusak yang terus diputar. Saat seseorang tidak dapat berhenti memutar ulang atau terobsesi dengan pikiran, situasi, atau peristiwa tertentu. Namun, itu adalah kebiasaan umum di antara orang-orang yang suka berpikir berlebihan.
Kebiasaan merenungkan ini tidak menyelesaikan apa pun. Sebaliknya, kamu hanya akan memperbesar stres dan kecemasan. Perenungan itu seperti terjebak dalam suatu lingkaran. Semakin kamu memikirkannya, semakin juga kamu terhanyut olehnya.
3. Perfeksionis yang menyamar
Terus menerus berusaha mencapai kesempurnaan, memungkinkan kamu untuk lebih mudah kelelahan karena memikirkan dapat melakukan segala sesuatunya dengan 'tepat'. Hal ini terutama berlaku saat sendirian di rumah, dengan pikiran sebagai satu-satunya teman.
Fakta menariknya kesempurnaan tidak sama dengan keunggulan. Kesempurnaan seringkali berujung pada penundaan, stres, dan terlalu banyak berpikir. Namun perlu diingat, tidak apa-apa jika tidak sempurna. Terkadang, cukup baik sudah lebih dari cukup.
4. Mengalami kesulitan tidur
Saat kamu sendirian di rumah, terutama di malam hari, pikiran akan memiliki kesempatan sempurna untuk menjadi liar. Kamu mungkin mendapati diri tengah memutar ulang kejadian hari itu, merencanakan untuk hari esok, atau mengkhawatirkan masalah yang bahkan belum terjadi.
Kegelisahan mental ini dapat membuatmu sulit tidur atau beristirahat dengan tenang di malam hari. Otakmu seolah menolak untuk berhenti bekerja, bahkan saat tubuh telah berteriak minta istirahat. Tidur sangat penting untuk kesehatan, jadi jangan biarkan pikiranmu mengganggunya.
