Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 Januari 2025, 03.07 WIB

Seseorang yang Kondisi Kesehatan Mentalnya Menurun Karena Penggunaan Media Sosial Akan Menunjukkan 5 Tanda-tanda Berikut Ini

Ilustrasi wanita sedang mengalami kecemasan karena penggunaan social media yang berlebihan. (Freepik) - Image

Ilustrasi wanita sedang mengalami kecemasan karena penggunaan social media yang berlebihan. (Freepik)

JawaPos.com - Sebagian besar pengguna social media mengatakan bahwa mereka mengunjungi situs akun jejaring sosial hampir setiap hari.

Statistik ini setidaknya menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari untuk kehidupan manusia.

Dikarenakan social media memiliki banyak benefit yang dapat memudahkan pekerjaan manusia dalam berbagai bidang diantaranya dengan mudah dapat menghubungi keluarga beserta teman hingga memberikan informasi terkini.

Namun, disisi lain social media juga kerap sering mempengaruhi kesehatan mental bagi para penggunanya.

Berikut 5 tanda seseorang mengalami gangguan mental yang disebabkan karena social media seperti dilansir pada Kids Matter 2 Us.

1. Terobsesi dengan profil pribadi

Sering kali pengguna social media selalu melihat berkaki-kali postingan atau foto yang mereka unggah di social media pribadi masing-masing. Mereka kerap kali bertanya-tanya, apakah postingan mereka dapat memukau banyak orang atau tidak.

Sebagian besar umpan media sosial dipenuhi dengan swafoto, promosi diri, dan menyiarkan pencapaian pribadi.

Hal ini dilakukan untuk mendapatkan pengikut serta memperbanyak relasi di media sosial. Pengguna media sosial lainnya dengan senang hati menuruti kita dengan meninggalkan komentar baik.

Namun, sering kali pengguna social media juga kerap kali mendapatkan komentar yang kurang akan postingan yang dibagikannya dan membuat sebagian besar pengguna social media merasa harus mengikuti alur pengikutnya guna mendapatkan feedback baik.

Hal tersebut akan memunculkan tertekan untuk memposting jenis konten yang sama seperti orang lain. Sebelum kita menyadarinya, kita telah terobsesi dengan diri kita sendiri, atau setidaknya versi media sosial diri kita sendiri.

2. Merasa dunia maya lebih penting dibandingkan dengan dunia nyata

Bukan sebagai tanda tanya lagi jika social media merupakan sebagai alat untuk kita berjejaring guna mendapatkan relasi dan koneksi sebanyak mungkin.

Meskipun media sosial adalah tentang koneksi, jaringan, teman, dan pengikut. menghabiskan terlalu banyak waktu di media sosial dapat membawa kita pada rasa kebersamaan yang salah. Semua persahabatan virtual kita didasarkan pada like dan saling berbagi komentar baik.

Pada kenyataannya, kita tidak benar-benar mengenal mereka atau bergaul dengan mereka secara langsung. Hal tersebut yang mengakibatkan para pengguna social media lebih terisolasi dengan dunia maya dibandingkan dengan di dunia nyata.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore