Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 Januari 2025, 14.20 WIB

Kenali 8 Ciri Orang yang Sering Berbohong dan Itu Sangat Mengganggu, Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang sering berbohong. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang sering berbohong. (Freepik)

JawaPos.com – Menghadapi seseorang yang kerap berbohong bisa menjadi pengalaman yang membingungkan dan melelahkan.

Orang-orang seperti ini sering menunjukkan pola perilaku yang mengganggu, yang menurut psikologi, kerap ditemukan pada mereka yang sering berbohong.

Bagi sebagian orang, berbohong bukan sekadar tindakan sesaat, melainkan sebuah kebiasaan yang telah mendarah daging. Hidup di sekitar orang seperti ini sering kali memunculkan tantangan unik yang sulit dihindari.

Namun, dengan memahami kebiasaan mereka lebih baik, kamu bisa menghadapi situasi ini dengan lebih bijak.

Dilansir dari Geediting pada Senin (20/1), berikut adalah 8 sifat mengganggu yang biasanya dimiliki oleh orang yang sering berbohong, menurut studi psikologi.

  1. Menghindari jawaban langsung

Orang yang sering berbohong biasanya pandai menghindari pertanyaan langsung. Ketika ditanya sesuatu yang sederhana, mereka cenderung mengalihkan topik atau merespons dengan pertanyaan lain.

Misalnya, saat ditanya soal barang yang hilang, mereka mungkin menjawab, “Kamu lihat burung di luar tadi?” Cara ini membuat suasana menjadi tidak jelas, seolah-olah kamu yang salah memahami situasi.

Dengan menghindari jawaban langsung, mereka menciptakan kebingungan sekaligus mengalihkan perhatian dari kebenaran. Kebiasaan ini sering kali membuat kamu merasa bersalah karena bertanya.

  1. Tingkat kreativitas yang tinggi

Kreativitas yang luar biasa sering menjadi ciri khas pembohong ulung. Mereka mampu menciptakan cerita yang begitu detail dan menarik sehingga sulit dibedakan dari kenyataan.

Misalnya, jika ditanya keberadaan mereka di suatu waktu, mereka bisa mengarang cerita lengkap tentang perjalanan mendadak atau situasi darurat yang mereka alami. Kreativitas ini digunakan untuk menutupi kebohongan mereka.

Memahami sifat ini dapat membantumu mengenali pola-pola kebohongan yang muncul dalam cerita mereka.

  1. Memiliki ingatan yang tajam

Untuk menjaga konsistensi kebohongan, seseorang perlu memiliki ingatan yang baik. Mereka harus mengingat detail cerita yang sudah disampaikan agar tidak terjebak dalam kebohongan mereka sendiri.

Misalnya, jika mereka mengaku pernah pergi ke suatu tempat, mereka harus mengingat hal-hal seperti cuaca, orang yang ditemui, atau lokasi yang dikunjungi. Ingatan tajam ini membuat kebohongan mereka lebih sulit terdeteksi.

  1. Takut akan penolakan

Di balik kebiasaan berbohong, sering kali ada rasa takut yang mendalam akan penolakan atau kritik. Mereka mungkin berbohong untuk menghindari konflik atau mendapatkan penerimaan dari orang lain.

Misalnya, mereka bisa saja berbohong tentang keputusan yang mereka buat agar tidak mengecewakan orang lain. Kebohongan ini sering kali dilatarbelakangi oleh kebutuhan emosional untuk merasa diterima.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore