
Ilustrasi wanita salah mengartikan tujuan makan. (Freepik)
JawaPos.com – Sebagian orang memaknai makanan dengan beberapa cara atau berbagai macam hal. Ini bukan hanya tentang apa yang ada di piring melainkan tentang mengapa kita makan, apa yang kita rasakan sebelum, selama, dan setelah makan, serta apa peran makanan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Jika Anda mendapati diri Anda menggunakan makanan sebagai sarana menghibur diri, merasa bersalah setelah makan, atau terobsesi dengan setiap gigitan, Anda mungkin menghadapi hubungan yang tidak sehat dengan makanan.
Berikut 5 penyebab seseorang salah mengartikan tujuan dari makan yang sesungguhnya sehingga berakibat berat badan yang tidak konsisten, seperti dilansir dari laman Geediting.
1. Terus menerus melakukan diet
Merupakan hal yang umum bagi orang untuk mencoba diet baru dari waktu ke waktu. Namun, jika Anda mendapati diri Anda berpindah dari satu diet ke diet lain tanpa henti, anggaplah itu sebagai tanda bahaya.
Perilaku seperti ini sering kali mengakibatkan siklus diet yang buruk, makan berlebihan, lalu diet lagi. Ini bukan tentang membuat perubahan yang sehat, tetapi tentang terus-menerus mengendalikan apa yang Anda makan.
Diet yang terus-menerus dapat menimbulkan perasaan kekurangan dan bersalah, yang keduanya merupakan tanda hubungan yang tidak sehat dengan makanan.
Makan sehat seharusnya bukan tentang membatasi diri, melainkan tentang menemukan keseimbangan dan kenikmatan dalam apa yang Anda makan.
2. Makan sebagai peralihan emosi sesaat
Kita semua pernah mengalami hari-hari ketika kita hanya butuh sedikit makanan yang menenangkan. Menggunakan makanan sebagai penyangga emosi dapat dengan cepat menyebabkan makan berlebihan dan rasa bersalah.
Jika Anda menyadari diri Anda mencari camilan setiap kali merasa kesal, itu mungkin merupakan tanda bahwa hubungan Anda dengan makanan tidak sesehat yang seharusnya.
3. Makan secara berlebihan
Makan secara diam-diam bisa menjadi tanda yang jelas dari hubungan yang tidak sehat dengan makanan. Hal ini sering kali bermula dari perasaan bersalah atau malu tentang apa atau seberapa banyak yang Anda makan.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam International Journal of Eating Disorders menemukan bahwa orang yang makan secara diam-diam cenderung memiliki pola makan yang tidak teratur.
Hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius di kemudian hariJika Anda mendapati diri Anda menyembunyikan kebiasaan makan Anda dari orang lain, mungkin sudah waktunya untuk mengatasi mengapa Anda merasa perlu melakukannya.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
