Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Januari 2025, 23.08 WIB

8 Hal dalam Hidup yang Membuat Seorang Introvert Overthinking, Tidak Disangka Salah Satunya adalah Waktu Menyendiri

Ilustrasi, seorang introvert yang overthinking. Freepik/ stockking. - Image

Ilustrasi, seorang introvert yang overthinking. Freepik/ stockking.

JawaPos.com - Menyelami lebih dalam tentang kepribadian introvert sungguhlah menarik.

Kali ini tentang hal-hal yang membuat mereka berpikir berlebihan atau overthinking.

Dilansir JawaPos.com dari BlogHerald pada Jumat (10/1), berikut ini delapan hal yang mampu membuat seorang introvert menjadi overthinking, mulai dari interaksi sosial hingga harga diri.

1. Interaksi Sosial

Hal pertama yang membuat seorang introvert overthinking adalah interaksi sosialnya. Setelah menghadiri pesta, rapat, atau acara social lainnya, mereka cenderung menganalisis dan merenungkan secara mendalam apa yang terjadi di dalamnya. Ini adalah sifat alami mereka yang tidak mampu mereka cegah.

Mereka terlalu khawatir tentang persepsi dan penerimaan orang lain terhadap diri mereka.

2. Waktu Menyendiri

Siapa sangka, waktu menyendiri ternyata bisa menjadi sumber overthinking sang introvert. Hal ini disebabkan tekanan masyarakat yang menuntut untuk terus-menerus 'aktif' sementara pribadi mereka tidak menyanggupinya.

Oleh karena itu, mereka seringkali bertanya-tanya, apakah kebutuhannya akan waktu menyendiri itu sesuatu yang normal atau tidak.

3. Membuat Keputusan

Bagi seorang yang introvert mengambil keputusan bukanlah hal mudah, bahkan seringkali menjadi spiral pemikiran yang berlebihan untuk mereka meski untuk hal yang sederhana seperti memutuskan apa yang akan dimakan untuk makan malam.

Hal ini disebabkan introvert yang cenderung mempertimbangkan dengan saksama setiap pilihan dan memertimbangkan semua kemungkinan hasil serta konsekuensinya.

Didukung oleh fakta bahwa seorang introvert memiliki korteks prefrontal atau bagian otak yang bertanggung jawab untuk perencanaan, pengambilan keputusan, dan pengaturan perilaku sosial yang lebih aktif daripada kepribadian ekstrovert.

Pertimbangan yang matang ini mungkin menjadi kekuatan, namun bisa juga menyebabkan kelumpuhan keputusan. Jadi, cukup diingat bahwa tidak semua keputusan harus sempurna.

4. Persepsi Diri

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore