
ilustrasi anak yang dimarahi orang tua. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com – Meskipun disiplin merupakan aspek penting, dalam mengasuh anak, ada konsekuensi yang harus diperhatikan.
Gaya pengasuhan berbasis hukuman dari orang tua dapat menyebabkan ketidakpercayaan, kebencian, dan isolasi bagi anak kala menuju dewasa.
Bahkan setelah sang anak beranjak dewasa dan pindah rumah, ada beberapa sifat halus yang dapat menghambat kehidupan mereka.
Menurut psikologi, terdapat 8 ciri-ciri orang dewasa yang sering dihukum saat masih anak-anak dan ini bisa memengaruhi hidupnya, seperti dilansir Your Tango.
Mereka berjuang dengan batasan interpersonal
Anak-anak yang sering dikekang oleh orang tua di awal kehidupan cenderung terlalu mengontrol atau bersikap permisif di kemudian hari.
Mulai dari privasi, kemandirian, dan kebebasan untuk mengembangkan identitas sendiri, anak-anak ini sering kali bergulat dengan kecemasan akan dihakimi atau dibatasi oleh orang-orang sekitarnya.
Mereka membenci orang tuanya
Tanpa komunikasi terbuka, rasa hormat, empati, serta kepercayaan, anak-anak akan gagal mempelajari keterampilan dasar perkembangan, sosial, dan emosional yang membentuk hubungan mereka saat dewasa.
Terisolasi dari kehidupan sosial, mereka belajar untuk membenci orang tua karena mengaitkan kesedihan, keterputusan, dan kesepian yang dialami sedari kecil.
Saat dewasa, kebencian itu berubah, terkadang memicu harga diri yang rendah atau dinamika keluarga yang tidak sehat.
Mereka menolak ekspektasi dan aturan masyarakat
Trauma masa kecil dapat memicu semacam rebel behavior karena mereka tidak merasa dihormati, didengarkan, atau dihargai oleh orang tua.
Entah itu stres, kecemasan, atau depresi terkait kebencian masa kecil bisa memicu tumbuhnya kurang rasa hormat terhadap figur otoritas.
Mereka tidak bisa mengambil keputusan
