
Ilustrasi tujuh pengalaman masa kecil yang kerap ditemukan dalam riwayat orang yang memiliki hubungan tegang dengan saudara kandungnya.
JawaPos.com - Hubungan dengan saudara kandung bisa jadi sangat rumit. Terkadang hubungan itu harmonis seperti paduan suara, di lain waktu hubungan itu sedikit lebih, rock and roll.
Seseorang yang tidak begitu cocok dengan saudara kandungnya, memiliki alasan yang terkubur dalam masa kecilnya bersama. Pengalaman ini cenderung membentuk cara mereka berinteraksi dengan anggota keluarga seiring dengan bertambahnya usia.
Dilansir dari Baseline Mag, ada tujuh pengalaman masa kecil yang kerap ditemukan dalam riwayat orang yang memiliki hubungan tegang dengan saudara kandungnya.
1. Favoritisme dalam keluarga
Tidak dapat disangkal, favoritisme dapat meninggalkan dampak yang bertahan lama pada hubungan antar saudara. Saat tumbuh dewasa, jika seorang anak terus menerus lebih diutamakan daripada anak lainnya, akan menanam benih kebencian dan menciptakan perpecahan yang bertahan hingga dewasa.
Bukan hanya tentang siapa yang mendapat bagian lebih besar, tetapi tentang pesan tersirat yang disampaikannya: satu anak dianggap lebih berhak daripada yang lain. Anak yang disayang mungkin merasa bersalah, sedangkan anak yang kurang disayang mungkin memendam perasaan tidak mampu dan kesal.
Ketidakseimbangan ini sering kali menyebabkan hubungan yang tegang antara saudara kandung saat mereka tumbuh dewasa.
2. Sejarah persaingan antara saudara
Persaingan antar saudara cukup umum, tetapi kadang-kadang persaingan ini menjadi lebih jauh dan menjadi bagian yang menentukan dalam masa kanak-kanak. Bukan hanya sekedar persaingan yang bersahabat, namun seringkali berujung pada perdebatan sengit dan perkelahian yang tidak perlu.
Sayangnya, persaingan ini tidak hilang dari masa kecil. Seiring bertambahnya usia, persaingan pun berkembang dalam berbagai bentuk, seperti siapa yang memiliki pekerjaan lebih baik, siapa yang membeli mobil lebih bagus, dan seterusnya.
3. Kesenjangan usia yang signifikan
Perbedaan usia yang cukup besar antara saudara kandung dapat menciptakan kesenjangan. Anak yang lebih tua seringkali mengambil lebih banyak peran sebagai pengasuh, dan anak yang lebih muda mungkin merasa dibayangi atau ditinggalkan dari pengalaman saudara yang lebih tua.
Perbedaan usia dan tahap kehidupan ini kadang-kadang dapat menyebabkan kurangnya kedekatan di masa dewasa, sehingga mengakibatkan hubungan yang tegang.
4. Kurangnya penanganan konflik
Konflik merupakan hal yang wajar dalam hubungan apapun, termasuk hubungan antara saudara kandung. Namun, cara penyelesaian konflik di masa kanak-kanak dapat berdampak signifikan pada hubungan di masa dewasa.
