Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 Januari 2025, 18.09 WIB

7 Kebiasaan yang Menurunkan Kebugaran Fisik di Usia Dewasa dan Cara Mengatasinya dengan Mudah

Ilustrasi konsumsi tinggi gula (Freepik) - Image

Ilustrasi konsumsi tinggi gula (Freepik)

JawaPos.com–Bertambahnya usia sering diiringi dengan penurunan kebugaran fisik. Tanpa disadari, sejumlah perilaku dapat menjadi penyebab utama yang mempengaruhi kondisi tubuh secara negatif.

Kebugaran fisik merujuk pada kemampuan tubuh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari dengan energi cukup dan tanpa merasa lelah berlebihan. Aspek ini melibatkan kekuatan, fleksibilitas, dan daya tahan tubuh.

Memahami perilaku yang mengganggu kebugaran membantu dalam mencegah dampak buruk pada kesehatan. Langkah sederhana dapat memberikan perubahan besar pada kualitas hidup.

Berikut tujuh kebiasaan yang menurunkan kebugaran fisik di usia dewasa dan cara mengatasinya dengan mudah dilansir dari laman Baselinemag, Jumat (3/1).

  1. Melewatkan Waktu Makan

Mengganggu metabolisme tubuh. Kebiasaan ini membuat tubuh memasuki mode kelaparan yang meningkatkan penyimpanan lemak. Ketika makan akhirnya dilakukan, tubuh cenderung mengkonsumsi lebih banyak dari kebutuhan sebenarnya.

Melewatkan makan juga dapat memicu lonjakan kadar gula darah yang berdampak buruk dalam jangka panjang. Sarapan sehat dan makan teratur menjadi kunci menjaga stabilitas energi sepanjang hari. Membiasakan makan di waktu yang konsisten membantu tubuh tetap bugar.

  1. Kurangnya Aktivitas Fisik

Menurunkan kesehatan otot dan sendi. Pola hidup kurang aktif berkontribusi pada kenaikan berat badan serta menurunkan daya tahan tubuh. Aktivitas ringan, seperti berjalan kaki selama 30 menit setiap hari, efektif memperbaiki sirkulasi darah dan mencegah kekakuan otot.

Menjadwalkan olahraga secara teratur dapat membantu mengurangi risiko penyakit degeneratif. Aktivitas fisik juga meningkatkan suasana hati dan kualitas tidur. Memilih tangga dibandingkan lift menjadi langkah kecil yang berdampak besar.

  1. Konsumsi Minuman Tinggi Gula

Meningkatkan risiko obesitas dan gangguan metabolisme. Satu botol soda 330 ml, misalnya, mengandung gula tambahan setara 10 sendok teh. Gula berlebih tidak memberikan rasa kenyang sehingga tubuh tetap mencari asupan lainnya.

Mengganti minuman manis dengan air putih atau teh tanpa gula membantu mengontrol asupan kalori harian. Minuman tinggi gula juga dapat merusak kesehatan gigi dan memperburuk kondisi seperti diabetes. Memilih alternatif rendah gula mendukung kesehatan lebih baik dalam jangka panjang.

  1. Makan di Luar Terlalu Sering

Menyulitkan pengendalian porsi dan kualitas nutrisi. Banyak makanan restoran yang mengandung kalori tinggi, lemak jenuh, dan natrium berlebihan. Kebiasaan ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan tanpa disadari. Memasak sendiri di rumah memberikan kontrol lebih baik terhadap bahan dan cara pengolahan makanan.

Mengurangi frekuensi makan di luar dapat membantu menjaga berat badan ideal. Memasukkan makanan sehat ke dalam menu harian memberikan manfaat yang lebih besar.

  1. Mengabaikan Kesehatan Mental

Mempengaruhi motivasi dan pola hidup. Stres atau kecemasan sering kali mengubah pola makan dan mengurangi aktivitas fisik. Olahraga ringan, meditasi, dan tidur cukup menjadi langkah efektif untuk menjaga keseimbangan mental dan fisik. Dukungan sosial juga memainkan peran penting dalam mengelola emosi sehari-hari.

Kesehatan mental yang terjaga meningkatkan kualitas hidup. Melibatkan diri dalam aktivitas yang menyenangkan memberikan efek positif pada tubuh dan pikiran.

  1. Kurang Tidur

Mengganggu keseimbangan hormon. Kurang tidur meningkatkan produksi hormon ghrelin yang merangsang nafsu makan. Tubuh yang lelah juga cenderung kurang aktif sehingga memperlambat pembakaran kalori. Membiasakan tidur 7-8 jam setiap malam mampu menjaga metabolisme tetap optimal.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore