Logo JawaPos
Author avatar - Image
01 Januari 2025, 19.17 WIB

Menurut Psikologi, Orang yang Akun Media Sosialnya Digembok atau dalam Mode Privat Cenderung Punya 8 Perilaku Ini

Ilustrasi orang yang akun media sosialnya digembok atau dalam mode privat - Image

Ilustrasi orang yang akun media sosialnya digembok atau dalam mode privat

JawaPos.com - Dalam dunia yang semakin terbuka oleh media sosial, sebagian besar orang memilih untuk membagikan kehidupan mereka secara publik.

Namun, ada sekelompok individu yang justru lebih memilih untuk menjaga akun mereka dalam mode privat. Pilihan ini bukan hanya soal preferensi teknis, tetapi juga mencerminkan sisi kepribadian yang lebih mendalam.

Menurut psikologi, orang-orang yang menggembok akun media sosialnya cenderung menunjukkan perilaku tertentu yang menggambarkan cara mereka memandang dunia, menjalin hubungan, dan melindungi privasi diri.

Lantas apa saja perilaku yang menjadi ciri khas mereka? Temukan jawabannya dalam penjelasan berikut ini.

Dilansir dari laman Global English Editing pada Rabu (1/1), berikut merupakan 8 perilaku yang dimiliki oleh orang yang akun media sosialnya digembok atau dalam mode privat, menurut psikologi.

1. Keinginan untuk Mengontrol

Orang yang media sosialnya digembok atau dalam mode privat cenderung memiliki keinginan yang kuat untuk mengontrol apa saja yang mereka bagikan kepada orang lain.

Mereka merupakan sosok yang sangat selektif dalam menentukan siapa yang bisa melihat unggahan, foto, atau cerita mereka.

Bagi mereka, menjaga kendali atas informasi pribadi adalah bentuk perlindungan diri.

Mereka merasa bahwa privasi adalah hak yang harus dihormati, dan dengan menjaga kontrol atas siapa saja yang dapat mengakses konten mereka, mereka menciptakan ruang digital yang lebih aman dan nyaman untuk diri sendiri.

Hal ini dapat mencerminkan sikap penuh kehati-hatian dan kesadaran akan pentingnya batasan dalam kehidupan online.

2. Tingkat Ekstraversi yang Lebih Rendah

Orang yang media sosialnya digembok sering kali memiliki tingkat ekstraversi yang lebih rendah dibandingkan mereka yang memiliki akun terbuka.

Hal ini bukan berarti bahwa mereka antisosial, tetapi mereka lebih memilih interaksi yang bersifat intim dan bermakna daripada berada dalam sorotan banyak orang.

Mereka merasa lebih nyaman berbagi pemikiran dan perasaan mereka dalam lingkungan yang kecil dan terkendali.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore