Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 Juli 2024 | 04.32 WIB

Sering Bersikap Fleksibel, Inilah 5 Tanda Orang yang Memiliki Kecerdasan Spiritual (SQ) di atas Rata-rata, Salah Satunya ada di Kamu?

Ilustrasi- Kebangkitan Spiritual/ Freepik - Image

Ilustrasi- Kebangkitan Spiritual/ Freepik

JawaPos.com - Orang yang cerdas secara spiritual tidak memecahkan persoalan hidup hanya secara rasional atau emosional saja.

Ia menghubungkannya dengan makna kehidupan secara spiritual yaitu melakukan hubungan dengan pengatur kehidupan. Biasanya orang dengan watak ini disebut memiliki tingkat kecerdasan spiritual yang tinggi.

Berdasarkan yang dilansir dari situs resmi UIN Satu Tulungagung, Rabu (10/7), menyebutkan bahwa kecerdasan spiritual merupakan kecerdasan yang mengangkat fungsi jiwa sebagai perangkat paling utama dalam diri yang memiliki kemampuan dan kepekaan dalam melihat makna serta nilai yang ada di balik sebuah kejadian tertentu, di mana kecerdasan ini digagas oleh Danah Zohar dan Ian Marshall.

Menurut Zohar dan Marshall yang dilansir dari situs resmi Universitas Islam An-Nur Lampung, aspek-aspek kecerdasan spiritual mencakup hal-hal berikut:

1. Kemampuan Bersikap Fleksibel

Orang dengan kecerdasan spiritual mampu menyesuaikan secara spontan dan aktif, memiliki pertimbangan yang dapat dipertanggungjawabkan di saat menghadapi beberapa pilihan.

2. Kemampuan untuk Menghadapi Rasa Sakit

Orang dengan kecerdasan spiritual yang berada di atas rata-rata di saat dia mengalami sakit, ia akan menyadari keterbatasan dirinya, penderitaan yang dialami dijadikan sebagai motivasi, dan menjadi lebih dekat dengan Tuhan, yakin bahwa hanya Tuhan yang akan memberikan kesembuhan.

3. Berorientasi pada Visi dan Nilai-nilai.

Kualitas hidup orang-orang dengan kecerdasan ini didasarkan pada tujuan hidup yang pasti dan berpegang pada nilai-nilai yang mampu mendorong untuk mencapai tujuan tersebut.

4. Kemampuan Mendeteksi Masalah

Individu yang mempunyai kecerdasan spiritual tinggi mengetahui bahwa ketika dia merugikan orang lain, maka berarti dia merugikan dirinya sendiri sehingga mereka enggan untuk melakukan kerugian yang tidak perlu.

5. Berpikir Secara Holistik

Kecenderungan individu untuk melihat keterkaitan berbagai hal dari segi emosional, sosial, dan spiritual serta kecenderungan untuk bertanya mengapa dan bagaimana untuk mencari jawaban-jawaban yang mendasar.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore