
dr. Tirta./HAS Creative
JawaPos.com - Menurut dr. Tirta, nilai IPK tidak perlu karena hanya sebagai bentuk tanggung jawab mahasiswa tersebut selama kuliah dan untuk penyerapan ilmu.
Pernyataan tersebut disampaikan dr. Tirta saat menjadi bintang tamu di acara podcast PWK (2/6), bersama Praz Teguh sebagai pembawa acara.
Menurut dr. Tirta masalah IPK perlu diluruskan, tidak semua perusahaan membutuhkan nilai IPK sebagai syarat kualifikasi penerimaan karyawan, hal tersebut akan terpakai jika ada tiga hal.
Pertama tenaga kesehatan, karena para mahasiswa harus menyerap ilmu yang ada. Jadi ilmunya harus terserap dengan baik, supaya tepat saat sedang mendiagnosa suatu penyakit dan jika nilai IPK buruk, kemungkinan salah diagnosa lebih rentan bisa terjadi.
Kedua adalah dosen, guru dan pengajar, karena tugas mereka untuk menyalurkan ilmu yang sebelumnya sudah didapatkan saat dibangku kuliah.
Ketiga adalah peneliti, dimana tugasnya adalah meneliti hal baru yang akan dibagikan kepada khalayak umum melalui jurnal.
Selain itu, profesi seperti arsitek atau akuntan akan jarang ditanyakan mengenai nilai IPK, yang terpenting adalah pengalaman.
"IPK itu penting sebagai bentuk tanggung jawab kita menyerap ilmu, kalau untuk faktor kesuksesan itu yang penting tiga hal," jelas pria dengan nama Tirta Mandira Hudhi.
"Pertama networking, kedua channel pekerjaan, ketiga privilege, empat keberuntungan."
Praz bertanya jika keberuntungan ada di urutan terakhir, dan dibenarkan oleh pria yang meraih gelar cumlaude saat menempuh S1 dan S2 ini.
"IPK itu nomor-nomor bawah, IPK mu 3.9 tapi kamu jarang nongkrong, di rumah terus, gak punya loker (info lowongan pekerjaan). Masa salahnya IPK."
Dalam hal tersebut pria kelahiran 30 Juli 1991 ini, mengambil contoh Gibran yang tidak meraih nilai IPK cumlaude tapi bisa mengajukan diri menjadi wakil presiden.
"Tapi harus ada tempat itu, ini enggak ngerujak (menyindir Gibran), bisa jadi motivasi loh. Ini artinya walaupun IPK mu 2.5, 2.7 itu tidak menghalangi mimpimu di masa depan."
"Karena faktanya, selama aku liat hrd enggak ada yang tanya IPK mu berapa. Mereka cuma tanya tiga hal, kamu kampus mana, sekolah berapa tahun, terus pengalaman kerjamu apa aja," jelas dr. Tirta.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
