
Ilustrasi- Daging Kurban./ Freepik
JawaPos.com - Olahan daging merah jadi santapan favorit saat Hari Raya Iduladha. Namun, banyak yang percaya daging kambing lebih berisiko bagi kesehatan dibanding daging sapi. Benarkah begitu? Simak faktanya.
Ahli Gizi Universitas Airlangga, Lailatul Muniroh menepis anggapan tersebut. Menurutnya, asumsi bahwa daging kambing lebih berbahaya bagi kesehatan dibanding daging sapi adalah salah kaprah.
"Dalam banyak kasus, daging kambing justru memiliki kandungan lemak jenuh dan kalori yang lebih rendah daripada daging sapi," tutur Dosen yang aktif mengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat itu.
Melansir dari fatsecret.co.id, 100 gram daging sapi mengandung 288 kalori, dengan 63 persen lemak dan 37 persen protein. Sementara 100 gram daging kambing mengandung 109 kalori, dengan 20 persen lemak dan 80 persen protein.
“Yang penting adalah jumlah dan cara pengolahannya. Porsi aman konsumsi daging merah matang sekitar 50-70 gram per sajian, maksimal dua hingga tiga kali seminggu,” imbuhnya.
Lailatul menyebut konsumsi daging sebaiknya disertai makanan serat tinggi seperti sayur dan buah, sehingga kadar kolesterol tetap terjaga, pencernaan lancar, dan mengurangi gangguan metabolik.
“Jika ingin manfaatnya optimal, daging harus dikonsumsi bersamaan dengan serat, protein nabati, dan dimasak dengan metode sehat. Pola makan harus menyeluruh, tidak hanya fokus pada satu jenis makanan,” papar Lailatul.
Menurutnya, daging aman dikonsumsi asal diolah dengan tepat dan bijak. Yang penting adalah menjaga pola makan sehat untuk menurunkan risiko penyakit di usia produktif, seperti kolesterol tinggi dan hipertensi.
“Keseimbangan dan kesadaran adalah kunci. Sehat itu soal pola, bukan pantangan. Artinya bukan berarti tidak boleh makan daging, tapi harus tahu kapan cukup dan bagaimana mengolahnya,” tukasnya. (*)
