Ilustrasi seseorang yang langsung tertidur setelah makan (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Pernahkah kamu merasa kantuk yang luar biasa setelah makan siang atau makan malam? Ternyata, fenomena ini sangat umum terjadi dan dialami banyak orang. Rasa kantuk yang muncul setelah makan bukanlah hal aneh, melainkan respons alami tubuh terhadap proses yang terjadi setelah konsumsi makanan. Meskipun terasa mengganggu, kondisi ini sebenarnya memiliki penjelasan ilmiah.
Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai postprandial somnolence atau food coma, yang menggambarkan penurunan energi dan kewaspadaan setelah mengonsumsi makanan, terutama dalam porsi besar. Kondisi ini bisa memengaruhi produktivitas kerja dan kualitas hidup jika terjadi berlebihan. Walaupun merupakan bagian dari ritme sirkadian tubuh, intensitas kantuk bisa bervariasi tergantung pada jenis makanan, porsi, kondisi kesehatan, dan gaya hidup.
Penyebab Ngantuk Setelah Makan
Melansir dari laman Alodokter, ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab rasa kantuk setelah makan:
1. Pengaruh Hormon Selama Proses Pencernaan
Saat proses pencernaan berlangsung, tubuh melepaskan hormon seperti serotonin dan melatonin. Serotonin memengaruhi rasa kantuk dan relaksasi, sementara melatonin secara alami membuat tubuh merasa mengantuk. Pelepasan hormon ini adalah respons normal tubuh terhadap masuknya makanan.
2. Perubahan Aliran Darah di Otak
Setelah makan, aliran darah akan lebih banyak dialihkan ke sistem pencernaan untuk membantu metabolisme makanan. Hal ini mengurangi pasokan oksigen dan nutrisi ke otak, yang dapat membuat fungsi otak tidak optimal sehingga muncul rasa kantuk dan penurunan konsentrasi. Semakin besar porsi makanan, semakin banyak energi dan aliran darah yang dibutuhkan untuk pencernaan.
3. Kurang Tidur
Kurang tidur membuat tubuh merasa lelah dan rasa lapar mudah muncul. Kondisi ini menciptakan siklus yang merugikan, di mana kurang tidur membuat seseorang cenderung makan lebih banyak, sehingga rasa kantuk setelah makan menjadi semakin intens. Kurang tidur juga dapat mengganggu regulasi hormon lapar dan kenyang, membuat pola makan tidak teratur.
4. Kurang Olahraga
Kurangnya aktivitas fisik harian dapat memperburuk kondisi kantuk setelah makan. Orang yang jarang berolahraga cenderung memiliki metabolisme yang lebih lambat. Aktivitas fisik yang teratur dapat meningkatkan energi, memperbaiki kualitas tidur, dan mengoptimalkan metabolisme.
5. Gangguan Kesehatan Lainnya
Beberapa kondisi kesehatan dapat menyebabkan kantuk berlebihan setelah makan, seperti diabetes, anemia, hipotiroidisme, intoleransi makanan, dan sleep apnea. Diabetes menyebabkan fluktuasi gula darah, anemia mengurangi oksigen ke seluruh tubuh, hipotiroidisme memperlambat metabolisme, intoleransi makanan menyebabkan peradangan, dan sleep apnea mengganggu kualitas tidur malam.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
