Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Mei 2025 | 16.53 WIB

Ong Kim Swee Kritik Wacana 11 Pemain Asing di Liga 1, Bisa Jadi Krisis Keuangan dan Kesenjangan Kompetisi

Pelatih Persis Solo Ong Kim Swee memuji permainan anak asuhnya kontra Borneo FC. (Persis Solo) - Image

Pelatih Persis Solo Ong Kim Swee memuji permainan anak asuhnya kontra Borneo FC. (Persis Solo)

JawaPos.com–Wacana penambahan kuota pemain asing di Liga 1 kembali mencuat dan menuai pro dan kontra dari berbagai pihak. Salah satu yang bersuara lantang adalah pelatih Persis Solo Ong Kim Swee. Dia mengkritisi dampak kebijakan ini terhadap keseimbangan kompetisi.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) tengah menggagas perubahan besar untuk kompetisi Liga 1 Indonesia 2025/2026. Dalam proposal yang diajukan ke PSSI, setiap klub nanti bisa mendaftarkan 11 pemain asing, dengan delapan di antaranya diperbolehkan tampil secara bersamaan dalam satu pertandingan.

Ong Kim Swee menilai rencana ini masih sebatas wacana dan belum final. Meski demikian, dia tidak menutup mata terhadap tantangan besar yang mungkin muncul jika kebijakan ini benar-benar diterapkan.

Menurut pelatih asal Malaysia itu, mendatangkan 11 pemain asing jelas bukan perkara mudah, terutama dari sisi finansial. Ong menegaskan, hanya klub-klub dengan kekuatan dana besar yang akan diuntungkan dari skema ini.

“Saya percaya bahwa perkara ini masih dalam tahap perbincangan ya. Dan untuk mendapatkan 11 pemain asing, pasti bukan hal yang mudah terutama dari segi keuangan,” ujar Ong Kim Swee dalam keterangannya kepada media.

Dia melihat kebijakan ini berisiko memperlebar kesenjangan antara tim kaya dan tim menengah ke bawah.

“Namun, tentu saja bagi klub-klub yang memiliki keuangan yang cukup stabil, pasti mereka akan mengambil pemain-pemain asing untuk memenuhi kuota yang telah disediakan tersebut,” jelas Ong Kim Swee.

Mantan pelatih Timnas Malaysia itu menyebut klub dengan kondisi keuangan stabil pasti akan memaksimalkan kuota pemain asing. Hal ini dikhawatirkan membuat persaingan menjadi tidak adil karena klub kecil tak mampu bersaing secara setara.

Meskipun begitu, Ong tidak mempermasalahkan jumlah pemain asing yang diizinkan secara prinsipil. Baginya, kualitas pemain asing yang direkrut jauh lebih penting dibandingkan sekadar jumlah kuotanya.

“Namun, saya percaya bahwa 11 atau 15 pemain asing sekali pun, kami harus memilih pemain-pemain asing yang berkualitas. Itu penting untuk kami memastikan liga bertambah baik,” ucap Ong Kim Swee.

Dia menekankan pentingnya seleksi ketat untuk memastikan kehadiran pemain asing benar-benar berdampak positif bagi kompetisi. Peningkatan kualitas liga tidak hanya soal jumlah pemain asing. Tapi juga harus diimbangi dengan kualitas yang bisa meningkatkan daya saing Liga 1 secara keseluruhan.

Ong pun menaruh perhatian pada nasib para pemain lokal jika kuota asing terus membengkak. Para pemain lokal juga berhak mendapatkan ruang dan kesempatan bermain yang layak.

“Dan juga, kita tidak boleh lupa bahwa pada saat yang sama kuota-kuota untuk pemain-pemain lokal ini penting. Di mana mereka juga pasti ingin membuktikan sesuatu,” kata Ong.

Dia berharap kebijakan apapun yang diambil tidak sampai meminggirkan peran talenta lokal di klub-klub Liga 1.

Pernyataan Ong ini mencerminkan kekhawatiran banyak pihak yang khawatir kebijakan ini akan menggerus regenerasi pemain lokal. Terlebih, jika 11 pemain asing benar-benar dimainkan secara penuh dalam satu pertandingan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore