JawaPos.com - Nasi bisa dikatakan sebagai salah satu makanan favorit orang Indonesia.
Bahkan hampir setiap hari, nasi menjadi bahan makanan pokok masyarakat di Tanah Air, dan tentunya dikombinasikan bersama lauk pauk dan sayuran.
Nasi memang bisa menjadi sumber tenaga karena banyak mengandung zat karbohidrat.
Namun ternyata, menurut para dokter dan ahli kesehatan, terlalu banyak makan nasi juga tidak baik bagi tubuh.
Dikutip dari Radar Sukabumi, Selasa (23/7), berikut adalah efek negatif atau bahaya terlalu banyak makan nasi.
1. Masalah Pencernaan
Makan nasi terlalu banyak bisa menyebabkan kembung, bersendawa, hingga gangguan pencernaan bagi sejumlah orang.
Bahkan, dalam beberapa kasus tertentu, makan nasi secara berlebihan bisa menimbulkan masalah ‘small intestinal bacterial overgrowth (SIBO), yang ditandai dengan pertumbuhan bakteri berlebih di usus kecil.
Gejala yang ditunjukkan bagi penderita SIBO antara lain mual, kembung, diare, nafsu makan buruk, dan sakit perut. Jika seseorang sudah mengalami gangguan kesehatan ini, maka disarankan ‘puasa’ makan nasi setidaknya selama 6 minggu.
2. Tingkatkan Risiko Diabetes
Sudah menjadi rahasia umum jika terlalu banyak mengkonsumsi nasi akan mengakibatkan sakit diabetes.
Menurut Harvard T.H. Chan of School of Public Health, beras memiliki nilai indeks glikemik (GI) 48-93. Nilai tersebut menunjukkan indikasi peningkatan kadar glukosa darah.
Semakin tinggi GI, semakin tinggi kadar gula dalam darah. Jika menilik dari angka GI beras, maka cukup beralasan jika terlalu banyak makan nasi akan membuat seseorang menderita diabetes.
3. Beresiko sakit jantung
Menurut badan PBB World Health Organizations (WHO), penyakit jantung merupakan salah stau penyebab kematian teratas di masyarakat.
Salah satu hal yang membuat seseorang terlalu banyak makan bisa beresiko menderita penyakit jantung adalah berkaitan dengan kandungan arsenik yang tinggi pada beras utuh.
4. Kekurangan gizi
Terlalu banyak makan nasi bisa membuat seseorang malah kekurangan gizi, jika tidak diimbangi dengan lauk pauk dan sayur.
Dikutip dari Antara, hal ini karena nasi yang banyak mengandung karbohidrat, hanya mengandung sedikit nutrisi mikronutrien. Padahal nutrisi tersebut banyak dibutuhkan oleh tubuh agar menyerap gizi yang ideal.
Maka dari itu, para ahli menyarankan saat makan, porsi nasi tidak perlu banyak, melainkan lebih banyak untuk lauk dan sayur sebagai sumber gizi.
Meskipun begitu, nasi juga memiliki fungsi penting bagi tubuh, yaitu sumber karbohidrat yang bisa menjadi asupan energi.
Saat seseorang mengonsumsi nasi putih, karbohidrat di dalamnya akan dipecah menjadi glukosa, dan akan diserap tubuh untuk masuk ke aliran darah. Glukosa ini kemudian diedarkan ke seluruh tubuh sebagai energi, terutama bagi otak.
***