Ilustrasi seseorang dengan autisme memiliki otak yang cerdas.
JawaPos.com - Penyakit autis pada anak kerap dikaitkan dengan banyak hal, termasuk pola konsumsi ibunya saat tengah mengandung. Salah satu faktor yang kerap dijadikan kambing hitam adalah air yang diminum dari galon guna ulang.
Mengomentari hal itu, Psikolog Klinis dari Klinik Rumah Tumbuh Kembang Anak MS School & wellbeing Center, Mutiara menegaskan bahwa sama sekali tidak ada kaitannya autisme pada anak dengan air galon guna ulang biru yang dikonsumsi ibunya waktu hamil.
“Autis itu kan sebenarnya gangguan perkembangan syaraf. Kalau di dalam diagnosanya merupakan gangguan neurodevelopmental. Jadi, gangguan pertumbuhan itu letaknya di syaraf atau neuro. Jadi, tidak ada hubungannya sama sekali dengan air galon yang dikonsumsi ibunya pada saat kehamilan,” ujar Mutiara dalam keterangan tertulisnya.
Baca Juga: Inilah 5 Weton yang Punya Aura Raja, Berpotensi Menjadi Kaya Raya dan Berkuasa Menurut Primbon Jawa
Namun, lanjut Mutiara, baik di psikiatri, kedokteran maupun di psikologi, belum ada yang bisa menjelaskan secara pasti apa penyebabnya. Pemicu autis pada anak memang beragam, mulai dari kelainan DNA karena terjadinya mutasi gen, risiko kehamilan di usia-usia yang cukup riskan atau usia tua dan sebagainya.
"Kemudian pada saat kehamilan misalnya terpapar kecemasan dan stress yang tinggi, itu semua bisa memicu pertumbuhan anak dalam kandungan menjadi autis," kata Mutiara.
Dia mengutarakan, beberapa ciri anak itu terindikasi menderita autis salah satunya adalah tidak menangis waktu lahir. “Itu salah satu ciri bahwa mungkin ada masalah perkembangan pada anak. Tapi, belum tentu juga arahnya ke autisme. Jadi, nggak pernah tahu sampai sekarang penyebab pastinya karena apa,” tuturnya.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Sagitarius 2 Juli 2024, Mulai dari Keuangan, Kesehatan, Karier dan Cinta
Yang jelas, lanjut Mutiara, anak dengan autisme memiliki masalah dalam tumbuh kembangnya. “Perkembangan itu kan ada bahasa, fisik, motorik, gerak tubuh, kemampuan untuk bersosialisasi. Jadi, ketika ini ada masalah, kita harus cek dulu. Anak dengan autisme itu juga kan spektrumnya luas, ada yang berat dan ada yang ringan,” bebernya.
Jadi, katanya, treatment yang diberikan kepada anak-anak autis juga sesuai dengan kondisi masalahnya, usia dan kebutuhannya apa. Untuk anak autis dengan tipikal anak yang masih belum bisa duduk tenang, belum bisa bicara, dan tantrum, kemungkinan anak itu ada masalah di sensoriknya. Anak dengan tipikal seperti ini, penanganannya biasanya dilakukan dengan terapi sensory. Sedangkan untuk anak yang sulit untuk mandiri, itu biasanya ditangani dengan terapi perilaku.
“Jadi, treatment itu disesuaikan dengan kebutuhannya atau masalah apa yang lagi dikeluhkan pada anak itu,” katanya.
Baca Juga: Ada Proyek JSDP PUPR, Rekayasa Lalin Diberlakukan di Beberapa Ruas Jalan di Jakarta Pusat
Untuk jenis makanan yang harus dijauhi anak autis ini, Mutiara menyarankan agar menghindari makanan tepung-tepungan dan minuman yang ada manis-manisnya. Hal itu disebabkan makanan dan minuman manis itu akan merangsang hormon happy pada anak-anak autis.
“Hormon ini menyebabkan anak autis itu semakin aktif. Sementara, untuk mengontrol tubuhnya sendiri saja anak-anak autis itu belum bisa mengendalikannya. Nah, ditambah dengan hormon happy-nya keluar, jadi kan semakin aktif anaknya,” ungkapnya.
Karenanya, dia membantah sama sekali jika ada yang mengatakan air galon guna ulang biru itu menjadi penyebab anak menjadi autis. “Penyebab autis bukan air galon, tapi ada kelainan pada perkembangan atau pertumbuhan anaknya,” tukasnya.
Baca Juga: Kebal Terhadap Guna-Guna! Inilah 7 Weton yang Terhindar dari Ilmu Hitam Berkat Perlindungan Alamiah yang Mereka Miliki Sejak Lahir
Sebelumnya, dokter spesialis anak yang juga Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Dr.dr. Rini Sekartini , Sp.A (K) menegaskan hingga saat ini belum ada bukti bahwa air galon guna ulang biru bisa menyebabkan penyakit autis pada anak. Itulah sebabnya hingga saat ini pun belum ada kajian yang dilakukan terkait hal tersebut.
“Tidak ada kajian tentang pengaruh air dari galon guna ulang biru dengan penyakit autis pada anak. Sebab, belum ada buktinya juga,” ujarnya.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
