Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Maret 2024 | 22.56 WIB

Kecanduan Alkohol Dapat Menyebabkan Kebutaan, Akibat Metanol sebagai Bahan Campuran Miras Oplosan

Miras (minuman keras) oplosan sering dicampur dengan zat metanol. (ukrehab) - Image

Miras (minuman keras) oplosan sering dicampur dengan zat metanol. (ukrehab)

JawaPos.com - Kecanduan alkohol dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti daya tahan tubuh menurun, permasalahan jantung, dan tekanan darah tinggi.

Kebanyakan jenis minuman beralkohol adalah senyawa etanol. Senyawa tersebut dapat memengaruhi sistem saraf sehingga ketika diminum akan menyebabkan orang yang mengonsumsi kehilangan kesadaran.

Selain itu, alkohol juga berpotensi mengakibatkan kebutaan. Jenis alkohol yang dapat menyebabkan kebutaan adalah metanol.

Metanol adalah jenis zat kimia yang dapat menyebabkan kerusakan saraf mata dan kelumpuhan apabila dikonsumsi dan masuk ke dalam tubuh.

Pada pembuatan alkohol yang diracik sendiri atau miras (minuman keras) oplosan sering dicampur dengan zat metanol (CH3OH) atau benzena (C6H6). Bahan campuran tersebut telah menyatu dengan alkohol dan tidak dapat diuraikan.

Mengutip laman cicendo eye hospital, Senin (11/3), metanol dalam tubuh akan dimetabolisir menjadi asam format oleh enzim alkohol dehidrogenase di dalam hati.

Asam format merupakan zat beracun yang menyebabkan gejala hipoksia (kekurangan oksigen) di tingkat seluler dan juga menyebabkan asidodid metabolic.

Metanol pada awalnya akan menyebabkan peradangan terlebih dahulu. Kemudian akan diikuti kematian jaringan sistem saraf mata yang dapat menyebabkan kebutaan hingga berujung kematian.

Pada kasus yang ringan, benzena menyebabkan kekurangan eritrosit dan leukosit. Sedangkan dalam kasus yang berat, benzena akan menyebabkan mual bahkan kematian karena kegagalan fungsi jantung dan sistem pernapasan.

Untuk menangani kasus penglihatan buram mendadak, seperti dilansir dari hermina hospitals, Senin (11/3), akan diberikan terapi maksimal berupa injeksi obat dosis tinggi.

Terapi yang diberikan bertujuan mengurangi pembengkakan saraf optik akibat intoksikasi atau keracunan metanol.

Setiap individu memiliki respon yang berbeda-beda dari terapi yang diberikan. Jika belum terlambat maka penglihatan dapat membaik.

Namun, jika sudah terjadi kerusakan jaringan total akan sulit kembali normal sehingga terjadi kebutaan.

Terjadinya kematian memang tidak bisa diprediksi. Namun, alkohol yang telah dicampurkan dengan zat kimia metanol sangat berbahaya bila dikonsumsi.

Konsumsi alkohol 70 persen yang telah bercampur dengan metanol dapat menyebabkan kebutaan dan kelumpuhan. Dalam kasus yang berat, dapat menyebabkan henti jantung hingga kematian.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore