Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Agustus 2022, 18.53 WIB

Ketahui 5 Perubahan Hubungan Pasutri Saat Istri Sedang Hamil

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Kehamilan memberikan kebahagiaan di dalam pernikahan. Ketika suami mendengar istrinya positif hamil, reaksi mereka umumnya beragam. Namun yang pasti, kebahagiaan dialami bagi mereka yang menantikan kehamilan anak pertama.

Dilansir dari YourTango, Jumat (12/8), Psikolog Klinis Natalie Maximets, mengatakan hormon dapat memengaruhi perilaku perempuan hamil dan bagaimana hubungan kebahagiaan serta perubahan sikap suami saat menyambut kehamilan dapat terwujud. Apa saja?

1. Suami Pahami Perubahan Suasana Hati dan Hormon


Selama kehamilan, suami harus memahami bahwa kadar hormon perempuan meningkat untuk mempersiapkan tubuhnya mendukung bayinya. Akibatnya, beberapa perubahan dapat terjadi dengan cepat, yang seringkali menyebabkan stres, malaise, dan perubahan emosi pada ibu hamil.

Peningkatan estrogen (hormon kebahagiaan) bertanggung jawab atas perubahan emosi. Dalam tiga bulan pertama, itu bisa melebihi normal hingga 100 kali lipat. Ketika berinteraksi dengan serotonin, estrogen dapat menyebabkan disregulasi emosional. Karena itu, seorang perempuan menjadi sensitif secara emosional. Hormon progesteron juga meningkat pesat selama trimester pertama.

2. Sabar Hadapi Rasa Sensitif


Sebagian perempuan tidak bisa mengontrol perasaannya saat hamil. Akibatnya, mereka mungkin memiliki perilaku dan pikiran obsesif.

Karena hormon-hormon ini, ibu hamil dapat menjadi melekat atau membutuhkan atau bahkan mengembangkan rasa takut ditinggalkan. Ketika tubuh wanita berubah dengan cepat selama kehamilan, dia mungkin merasa kurang menarik. Dengan demikian, perasaan diabaikan muncul. Dan suami dalam hal ini harus bersabar dan memahami istri mereka.

3. Hubungan Intim Mungkin Melambat


Hubungan intim dengan suami selama kehamilan juga akan berubah. Pria disarankan untuk terus memberikan kontak fisik dapat membantu pasangan mengembangkan ikatan emosional. Suami harus memahami pola hubungan seks atau posisi tertentu.

Namun, ini tidak berarti bahwa pasangan tidak akan menikmati keintiman selama lebih dari sembilan bulan. Diskusi dan komunikasi dengan pasangan untuk menemukan pilihan terbaik.

4. Cemburu saat Hamil


Ibu hamil dapat merasa tidak bahagia dalam hubungan karena beberapa batasan yang harus mereka ikuti. Ibu hamil tak boleh melakukan pekerjaan terlalu lelah, hiburan ekstrem, pantangan makanan dan terlalu capek demi kesehatan anak.

Oleh karena itu, tidak heran jika terkadang ibu hamil sedikit iri dengan pasangannya karena hidupnya tanpa pantangan. Jika ini menjengkelkan, pasangan harus mendiskusikan aturan pembatasan bersama. Pada akhirnya, keduanya bertanggung jawab atas kehamilan.

5. Sensitif dan Baper


Masalah hubungan lain selama kehamilan adalah bahwa pasangan mungkin merasa dikecualikan. Ibu hamil selalu berhubungan dengan bayinya, terkoneksi langsung. Sementara pasangan hanya bisa mengamati dan berinteraksi dengan janin dari luar perut.

Agar pasangan tidak merasa tersisih, ibu hamil harus membiarkan mereka berbicara lebih banyak dengan perut mereka, menyalakan musik favorit mereka, bernyanyi. Itu akan membuat mereka lebih dekat. Pria juga bisa mengalami beberapa sindrom kehamilan (sindrom Couvade). Makanya, komunikasi adalah yang terpenting.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore