
seseorang yang mencoba bersikap baik./Magnific/benzoix
JawaPos.com - Ada kalanya kita begitu mudah memahami kesalahan orang lain, tetapi sangat sulit memaafkan diri sendiri.
Ketika teman gagal, kita mungkin berkata, “Tidak apa-apa, semua orang bisa melakukan kesalahan.”
Ketika orang lain merasa lelah, kita mungkin menyarankan, “Istirahatlah dulu. Kamu sudah melakukan yang terbaik.”
Namun, ketika hal yang sama terjadi pada diri sendiri, kalimat yang keluar justru berbeda.
“Kenapa aku selalu begini?”
“Seharusnya aku bisa lebih baik.”
“Aku memang tidak cukup bagus.”
“Aku sudah membuang-buang waktu.”
Tanpa sadar, kita sering menjadi orang yang paling keras terhadap diri sendiri.
Padahal, menjalani hidup bukan hanya tentang menjadi lebih produktif, lebih sukses, atau lebih kuat. Ada bagian penting yang sering terlupakan: belajar memperlakukan diri sendiri dengan lebih manusiawi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
