Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 September 2026 | 06.16 WIB

Bukan Sekadar Kebiasaan, Ngantuk di Sofa tapi Melek di Kasur Bisa Berkaitan dengan 7 Hal Ini

seseorang yang merasa mengantuk saat di sofa./Freepik/freepik

JawaPos.com – Pernah merasa mata sudah berat ketika bersantai di sofa, tetapi rasa kantuk justru menghilang begitu tubuh berpindah ke tempat tidur?

Situasi semacam ini cukup umum dialami sebagian orang. Lingkungan dan kebiasaan dapat membentuk asosiasi tertentu di dalam pikiran. Sofa, misalnya, sering menjadi tempat untuk bersantai sambil menonton televisi atau berbincang, sedangkan kasur lebih erat kaitannya dengan aktivitas tidur.

Karena itu, ketika seseorang mulai mengantuk di sofa lalu terjaga setelah masuk kamar, ada kemungkinan faktor kebiasaan, pola pikir, hingga kondisi lingkungan ikut berperan.

Dilansir dari Geediting, fenomena tersebut dalam perspektif psikologi perilaku dan asosiasi kognitif dapat dikaitkan dengan sejumlah kecenderungan tertentu. Berikut tujuh di antaranya.

1. Pikiran Sulit Benar-Benar Berhenti

Saat bersantai di sofa, seseorang mungkin tidak terlalu memikirkan apakah dirinya harus segera tertidur. Kondisi yang santai tersebut membuat pikiran lebih mudah melepas tekanan.

Namun, ketika sudah berada di tempat tidur, pikiran justru mulai aktif. Berbagai hal yang sebelumnya terabaikan dapat bermunculan, mulai dari pekerjaan, rencana esok hari hingga persoalan yang belum selesai.

Kondisi tersebut dapat membuat tubuh terasa lelah sementara pikiran masih terus bekerja.

2. Lebih Mudah Nyaman dalam Suasana Santai

Seseorang yang gampang tertidur di sofa mungkin memiliki kecenderungan menikmati lingkungan yang tidak terlalu formal.

Suara televisi, percakapan ringan, cahaya dari ruangan, atau aktivitas kecil di sekitar justru bisa memberikan rasa nyaman. Mereka tidak selalu membutuhkan kondisi yang benar-benar sunyi untuk dapat rileks.

Hal ini dapat mencerminkan kemampuan beradaptasi dengan berbagai suasana. Kenyamanan tidak harus selalu hadir dalam kondisi yang sempurna.

3. Memiliki Kecenderungan Perfeksionis

Tempat tidur terkadang justru membuat seseorang lebih memperhatikan detail.

Posisi bantal kurang nyaman, suhu kamar terlalu panas, suara kendaraan dari luar, atau cahaya yang masuk sedikit saja bisa membuat mereka merasa terganggu.

Kecenderungan memperhatikan hal-hal kecil tersebut dapat dikaitkan dengan sifat perfeksionis. Mereka mungkin ingin kondisi tidur terasa benar-benar ideal sebelum dapat sepenuhnya rileks.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore