
seseorang yang berusaha keras menghindari rasa sakit / freepik
JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, rasa sakit—baik secara fisik maupun emosional—adalah sesuatu yang tidak bisa sepenuhnya dihindari. Namun, ada sebagian orang yang secara konsisten berusaha menjauh dari segala bentuk ketidaknyamanan. Sekilas, hal ini tampak wajar. Siapa yang ingin merasa sakit? Tetapi dalam perspektif psikologi, upaya berlebihan untuk menghindari rasa sakit justru dapat membentuk pola perilaku tertentu yang cukup khas.
Menariknya, orang-orang seperti ini sering kali tidak menyadari bahwa cara mereka melindungi diri justru bisa membatasi pertumbuhan pribadi, hubungan sosial, bahkan kebahagiaan mereka sendiri.
Dilansir dari Expert Editor pada Minggu (26/4), terdapat tujuh ciri umum yang sering ditunjukkan oleh individu yang sangat berusaha menghindari rasa sakit.
Baca Juga:Orang yang Berhasil Menua dengan Anggun, Biasanya Memiliki 8 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi
1. Menghindari Konflik dengan Segala Cara
Salah satu tanda paling jelas adalah kecenderungan untuk menghindari konflik. Mereka lebih memilih diam, mengalah, atau bahkan memendam perasaan daripada menghadapi konfrontasi.
Dalam jangka pendek, ini memang terasa “aman”. Namun dalam jangka panjang, emosi yang ditekan bisa menumpuk dan berubah menjadi stres atau bahkan ledakan emosi yang tidak terkontrol.
2. Sulit Mengambil Risiko
Orang yang takut akan rasa sakit biasanya juga takut gagal. Akibatnya, mereka cenderung bermain aman dan enggan mengambil risiko—baik dalam karier, hubungan, maupun kehidupan pribadi.
Padahal, pertumbuhan sering kali datang dari ketidakpastian dan kegagalan. Dengan terus menghindarinya, mereka tanpa sadar membatasi potensi diri.
3. Perfeksionisme sebagai Bentuk Perlindungan
Perfeksionisme sering kali bukan sekadar keinginan untuk melakukan yang terbaik, tetapi juga mekanisme untuk menghindari kritik dan rasa kecewa.
Mereka berpikir, “Kalau semuanya sempurna, aku tidak akan disakiti.” Sayangnya, standar yang terlalu tinggi justru membuat mereka lebih mudah merasa gagal.
4. Cenderung Menyenangkan Orang Lain (People-Pleasing)
Untuk menghindari penolakan atau konflik, mereka sering mengutamakan kebutuhan orang lain dibanding diri sendiri.
Mereka sulit berkata “tidak”, bahkan ketika merasa tidak nyaman. Dalam psikologi, ini sering dikaitkan dengan kebutuhan akan penerimaan dan ketakutan akan ditinggalkan.
5. Menekan atau Mengabaikan Emosi
Alih-alih menghadapi emosi yang tidak nyaman seperti sedih, marah, atau kecewa, mereka memilih untuk mengabaikannya.
Namun, emosi yang ditekan tidak benar-benar hilang. Ia tetap ada di bawah permukaan dan bisa muncul dalam bentuk kecemasan, kelelahan emosional, atau bahkan gangguan fisik.
6. Overthinking dan Kecemasan Berlebih
Karena ingin menghindari kemungkinan terburuk, mereka sering memikirkan segala skenario negatif yang mungkin terjadi.
Ironisnya, ini justru membuat mereka lebih cemas. Pikiran menjadi penuh dengan “bagaimana jika”, yang akhirnya menguras energi mental.
7. Kesulitan Membangun Kedekatan Emosional
Membuka diri berarti berisiko disakiti. Karena itu, mereka sering menjaga jarak dalam hubungan.
Mereka mungkin terlihat ramah dan terbuka di permukaan, tetapi sebenarnya memiliki “tembok” emosional yang sulit ditembus. Akibatnya, hubungan yang dijalani terasa kurang dalam atau autentik.
Penutup: Menghindari Rasa Sakit vs. Mengelola Rasa Sakit
Menghindari rasa sakit adalah naluri manusia yang alami. Namun, ketika upaya ini menjadi berlebihan, justru bisa menghambat kehidupan itu sendiri.
Psikologi modern menekankan pentingnya bukan untuk menghindari rasa sakit, tetapi untuk mengelolanya dengan sehat. Rasa tidak nyaman sering kali adalah bagian dari proses belajar, bertumbuh, dan menjadi lebih kuat.
Mengenali ciri-ciri di atas bisa menjadi langkah awal untuk lebih memahami diri sendiri. Dari sana, seseorang dapat mulai belajar menerima emosi, menghadapi tantangan, dan membangun kehidupan yang lebih seimbang—bukan yang bebas dari rasa sakit, tetapi yang mampu menghadapinya dengan bijak.***

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
