Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 April 2026 | 08.35 WIB

Orang Malas yang Menjadi Sangat Disiplin Biasanya Telah Mengadopsi 8 Kebiasaan Ini, Apa Sajakah Itu?

seseorang yang menjadi sangat disiplin. (Freepik/freepik)

JawaPos.com - Banyak orang yang dulunya dikenal malas ternyata bisa berubah menjadi individu yang sangat disiplin. 

 
Perubahan ini tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui adopsi kebiasaan tertentu yang perlahan menggeser pola pikir dan cara mereka menjalani hidup. 
 
Psikologi menjelaskan bahwa orang yang dulunya malas namun kini sangat disiplin biasanya telah mengadopsi kebiasaan-kebiasaan tertentu yang membantu mereka bertransformasi. 
 
Dilansir dari Geediting, terdapat delapan kebiasaan yang umumnya mereka lakukan:

1. Membuat Rutinitas Pagi yang Jelas

Salah satu ciri utama orang disiplin adalah mereka memiliki rutinitas pagi yang terstruktur. 
 
Awalnya, orang malas cenderung menunda-nunda bangun tidur dan memulai hari dengan cara yang tidak produktif. 
 
Namun, begitu mereka mulai mengadopsi kebiasaan bangun pada waktu yang sama setiap hari dan memulai pagi dengan aktivitas yang bermanfaat seperti olahraga ringan, meditasi, atau membaca, mereka mulai merasakan dampak positifnya. 
 
Rutinitas pagi yang baik membantu membangun momentum positif untuk sepanjang hari.

2. Menerapkan Sistem "Aturan 5 Menit" untuk Melawan Rasa Malas

Salah satu trik psikologi yang digunakan oleh orang malas untuk menjadi lebih disiplin adalah aturan 5 menit. 
 
Aturan ini menyatakan bahwa jika seseorang merasa malas untuk mengerjakan sesuatu, mereka hanya perlu berjanji pada diri sendiri untuk melakukannya selama 5 menit saja. 
 
Dalam banyak kasus, setelah memulai, mereka akan merasa lebih termotivasi untuk menyelesaikan tugas tersebut. 
 
Cara ini sangat efektif untuk melawan kebiasaan menunda-nunda yang sering dimiliki oleh orang malas.

3. Memprioritaskan Tugas Berdasarkan Prinsip "Eisenhower Matrix"

Sebelum menjadi disiplin, banyak orang malas merasa kewalahan dengan banyaknya tugas yang harus mereka kerjakan, sehingga mereka malah memilih untuk tidak mengerjakan apa pun.
 
Namun, setelah mengadopsi prinsip Eisenhower Matrix, mereka belajar cara membedakan mana tugas yang mendesak dan penting, serta mana yang bisa ditunda atau didelegasikan. 
 
Dengan cara ini, mereka bisa fokus pada hal yang benar-benar berpengaruh terhadap hidup mereka, bukan hanya sibuk tanpa hasil.

4. Menggunakan Teknik "Dopamine Detox" untuk Mengurangi Distraksi

Salah satu alasan utama seseorang menjadi malas adalah terlalu banyak distraksi, seperti media sosial, video game, atau hiburan yang mudah diakses. 
 
Orang yang berhasil menjadi disiplin biasanya melakukan Dopamine Detox, yaitu mengurangi atau bahkan menghindari aktivitas yang memberikan kepuasan instan tetapi tidak produktif. 
 
Dengan cara ini, mereka bisa mengarahkan energi dan fokus mereka ke hal-hal yang lebih bermanfaat.

5. Menetapkan Tujuan Kecil yang Mudah Dicapai

Orang malas sering kali merasa putus asa karena mereka menetapkan tujuan yang terlalu besar dan sulit dicapai dalam waktu singkat. 
 
Untuk mengatasi ini, mereka yang berubah menjadi disiplin mulai membagi tujuan besar menjadi langkah-langkah kecil yang lebih mudah dikelola. 
 
Dengan cara ini, mereka bisa merasakan pencapaian kecil setiap hari, yang pada akhirnya meningkatkan motivasi dan konsistensi mereka dalam bekerja.

6. Mengadopsi Kebiasaan "Kaizen" untuk Perbaikan Bertahap

Kaizen adalah filosofi Jepang yang menekankan perbaikan kecil dan berkelanjutan setiap hari. 
 
Orang yang sebelumnya malas dan sekarang disiplin biasanya menerapkan prinsip ini dengan membuat perubahan kecil pada kebiasaan mereka, misalnya membaca 10 menit setiap hari, berolahraga ringan selama 5 menit, atau menulis jurnal selama beberapa menit.
 
Lama-kelamaan, kebiasaan-kebiasaan kecil ini menumpuk dan menciptakan perubahan besar dalam kehidupan mereka.

7. Mengembangkan Mentalitas "Growth Mindset"

Salah satu perbedaan utama antara orang malas dan orang disiplin adalah cara mereka melihat kegagalan. 
 
Orang malas cenderung memiliki fixed mindset, yaitu keyakinan bahwa kemampuan mereka sudah tetap dan tidak bisa ditingkatkan. 
 
Sebaliknya, orang disiplin mengembangkan growth mindset, yaitu kepercayaan bahwa mereka bisa belajar dan berkembang dari setiap pengalaman. 
 
Dengan pola pikir ini, mereka tidak takut untuk mencoba dan terus meningkatkan diri, meskipun mengalami kegagalan.

8. Membentuk Lingkungan yang Mendukung Disiplin

Terakhir, orang yang dulunya malas dan kini disiplin biasanya sadar bahwa lingkungan sangat berpengaruh terhadap kebiasaan mereka. 
 
Oleh karena itu, mereka mulai menciptakan lingkungan yang mendukung produktivitas, seperti mengurangi gangguan di tempat kerja, berkumpul dengan orang-orang yang inspiratif, dan menjauhkan diri dari kebiasaan buruk yang bisa menghambat kemajuan mereka.

Kesimpulan

Perubahan dari seseorang yang malas menjadi sangat disiplin tidak terjadi dalam semalam. 
 
Diperlukan usaha, ketekunan, dan perubahan kebiasaan secara bertahap. 
 
Dengan mengadopsi kebiasaan seperti membangun rutinitas pagi, menggunakan aturan 5 menit, mengurangi distraksi, serta mengembangkan mindset yang positif, siapa pun bisa bertransformasi menjadi pribadi yang lebih produktif dan disiplin. 
 
Jika Anda merasa sulit untuk keluar dari kebiasaan malas, cobalah mulai dari salah satu kebiasaan di atas dan lihat bagaimana perubahan kecil bisa membawa dampak besar dalam hidup Anda.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore