Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Agustus 2025 | 17.34 WIB

Orang yang Hanya Menerima Cinta Bersyarat Saat Anak-anak Biasanya Mengembangkan 7 Sifat Ini di Kemudian Hari Menurut Psikologi

seseorang yang hanya menerima cinta bersyarat saat anak-anak./Freepik. - Image

seseorang yang hanya menerima cinta bersyarat saat anak-anak./Freepik.

JawaPos.com - Cinta adalah kebutuhan emosional mendasar bagi setiap manusia, terutama di masa kanak-kanak.

Ketika seorang anak menerima cinta tanpa syarat dari orang tua atau pengasuhnya, mereka tumbuh dengan rasa aman, percaya diri, dan kemampuan membentuk hubungan sehat di masa dewasa.

Sebaliknya, anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan di mana cinta diberikan secara bersyarat—misalnya hanya jika mereka patuh, berprestasi, atau memenuhi ekspektasi tertentu—sering kali membawa luka emosional yang memengaruhi kepribadian dan perilaku mereka di kemudian hari.

Dalam psikologi, pola ini dikenal dengan istilah conditional positive regard, yaitu penerimaan atau kasih sayang yang diberikan hanya jika individu berperilaku sesuai dengan harapan orang lain.

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh dengan cinta bersyarat lebih rentan mengembangkan pola pikir, emosi, dan perilaku yang tidak sehat di masa dewasa.

Dilansir dari Geediting pada Kamis (7/8), terdapat 7 sifat yang biasanya berkembang pada orang-orang yang hanya menerima cinta bersyarat saat masa kecil, menurut psikologi:

1. Perfeksionisme yang Berlebihan

Anak-anak yang diajarkan bahwa mereka hanya layak dicintai saat mereka berhasil atau memenuhi standar tertentu cenderung tumbuh menjadi perfeksionis.

Mereka memiliki dorongan kuat untuk selalu tampil sempurna karena percaya bahwa nilai diri mereka tergantung pada pencapaian dan validasi eksternal.

Perfeksionisme ini sering kali tidak sehat dan menyebabkan kecemasan, rasa takut gagal, dan kelelahan emosional (burnout).

Studi terkait: Penelitian oleh Donald W. Winnicott tentang konsep "false self" menunjukkan bahwa anak-anak yang tidak diterima secara otentik cenderung membangun diri palsu yang selalu mencoba memenuhi ekspektasi orang lain.

2. Kecenderungan untuk People Pleasing

Mereka sering kali mengorbankan kebutuhan dan perasaannya sendiri demi menyenangkan orang lain.

Pola ini terbentuk karena mereka dibesarkan dalam lingkungan yang menekankan bahwa cinta dan penerimaan hanya datang jika mereka membuat orang lain senang atau nyaman.

Sebagai orang dewasa, mereka mungkin kesulitan mengatakan "tidak" dan hidup dalam ketakutan akan penolakan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore