Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Agustus 2025 | 02.02 WIB

Jika Kamu Sering Lupa Nama Orang Sesaat Setelah Bertemu, Psikologi Mengatakan Kamu Mungkin Memiliki 7 Ciri Kepribadian Ini

Ilustrasi. (Pexels.com) - Image

Ilustrasi. (Pexels.com)

JawaPos.com - Ada perbedaan besar antara punya ingatan yang buruk dan terus-menerus lupa nama orang. 

Psikologi menunjukkan bahwa jika kamu sering lupa nama seseorang sesaat setelah perkenalan, itu belum tentu karena kamu ceroboh. Bisa jadi, itu justru tanda dari sifat-sifat unik yang kamu miliki.

Ini bukan soal mencari-cari alasan atas kelupaanmu, tapi memahami apa yang dikatakannya tentang kepribadianmu. Dan kamu mungkin akan terkejut ternyata hal yang selama ini terasa memalukan bisa punya makna yang cukup keren.

Berikut tujuh kemungkinan alasan di balik kebiasaan lupa nama menurut psikologi, seperti dilansir dari VegOut.

1. Kamu Seorang Pemikir Abstrak

Lupa nama orang bisa jadi bukan karena kamu tidak perhatian, tapi karena kamu punya cara berpikir yang berbeda—lebih fokus pada ide dan konsep daripada detail. 

Ketika bertemu seseorang, kamu mungkin langsung tertarik pada opini, isi obrolan, atau gagasan menarik yang mereka bawa.

Nama? Bisa saja terlewat begitu saja, karena otakmu sedang asyik menyelami topik yang lebih dalam. 

Bukan berarti tidak peduli, hanya saja otakmu punya prioritas sendiri. Dan bagi pemikir abstrak, nama hanyalah bagian kecil dari gambaran besar.

2. Kamu Tipe yang Melihat Gambaran Besar

Beberapa orang memang lebih tertarik pada keseluruhan cerita dibanding potongan-potongan kecilnya. 

Kalau kamu termasuk yang cenderung lupa nama, bisa jadi kamu tipe yang berpikir luas—lebih tertarik pada perjalanan hidup seseorang daripada mengingat detail seperti nama depan mereka.

Saat orang lain sibuk mencatat hal-hal kecil, kamu justru sibuk merangkai makna dari cerita besar yang dibagikan. Hasilnya? Nama mereka menguap begitu saja dari kepala. Tapi pengalaman mereka? Kamu ingat dengan jelas.

3  Kamu Mungkin Sangat Cerdas

Terdengar paradoks, tapi iya—beberapa studi menunjukkan bahwa otak yang cerdas sering kali menyaring informasi secara efisien. Nama, jika dianggap kurang relevan untuk saat itu, bisa jadi tidak “disimpan” dengan serius oleh otak.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore