Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Agustus 2025 | 17.22 WIB

Beli dan Pamer Barang Hasil Kredit! Ini 7 Perilaku Orang Kelas Menengah ke Bawah Namun Ingin Terlihat Kaya

Beli barang bermerek secara kredit dan memamerkannya adalah salah satu perilaku orang kelas menengah ke bawah namun ingin terlihat sangat kaya (freepik) - Image

Beli barang bermerek secara kredit dan memamerkannya adalah salah satu perilaku orang kelas menengah ke bawah namun ingin terlihat sangat kaya (freepik)

JawaPos.com – Pada dasarnya tidak ada yang salah dengan berjuang untuk kehidupan yang lebih baik atau menikmati kesenangan sesekali. Namun ketika keinginan untuk terlihat kaya mengalahkan kenyataan kondisi keuangan seseorang maka hal itu seringkali mengarah pada perilaku yang impulsif daripada kesuksesan.

Orang-orang kelas menengah ke bawah tetapi sangat ingin dianggap kaya sering kali memiliki kebiasaan yang sangat spesifik bukan karena kesombongan melainkan karena hasrat yang mendalam akan validasi.

Mereka selalu berusaha keras untuk menampilkan citra yang tidak sesuai dengan saldo rekeningnya.

Berikut 7 perilaku orang yang termasuk kelas menengah ke bawah namun ingin terlihat kaya sebagaimana dilansir dari laman Global English Editing, Jumat (1/8) sebagai berikut :

  1. Membeli barang bermerek secara kredit dan memamerkannya

Orang-orang yang ingin terlihat kaya sering kali merasa tertekan untuk mengikuti tren kekayaan yang terlihat mulai dari tas desainer,sepatu mahal, hingga jam tangan mewah.

Namun parahnya, alih-alih memiliki penghasilan yang cukup untuk membeli barang tersebut, mereka justru membelinya dengan kredit dan menguras anggaran.

Anda akan sering melihat mereka memamerkannya hal tersebut di media sosial dengan selalu menyorot foto-foto untuk menonjolkan logo mereka.

Intinya pembelian yang mereka lakukan bukan tentang kesenangan semata melainkan tentang membangun citra tertentu.

  1. Selalu berbicara tentang uang tapi tidak seperti orang kaya

Orang yang benar-benar kaya jarang membicarakan uang dalam percakapan sehari-hari. Namun, mereka yang ingin terlihat kaya sering kali mengangkat topik keuangan untuk meningkatkan status mereka.

Dalam wawasan psikologis, perilaku tersebut berasal dari manajemen kesan,sebuah konsep psikologis sosial dimana orang mencoba memengaruhi cara orang lain memandang mereka dan sering kali untuk menutupi rasa tidak aman.

  1. Mengemudikan mobil mahal saat tinggal rumah sewaan

Pada dasarnya tidak ada yang salah dengan mencintai mobil mewah. Namun,hal itu menjadi nyata ketika seseorang mengendarai kendaraan mewah saat tinggal di apartemen sewaan atau di rumah yang tidak mencerminkan tingkat ekonomi yang sama.

Hal ini disebabkan karena mobil adalah salah satu simbol status yang paling mudah dipajang, mudah dibawa, mencolok dan mudah dikenali. Sebaliknya, rumah lebih privat dan kecil kemungkinannya untuk diperhatikan kecuali seseorang diundang masuk.

Parahnya dalam banyak kasus, mobil disewa atau dibiayai dengan pembayaran bulanan yang tinggi yang bertujuan untuk menguras anggaran hanya demi penampilan.

  1. Terlalu mengandalkan “pengalaman mewah” untuk validasi

Perilaku lain orang yang ingin terlihat kaya sekalipun termasuk kelas menengah ke bawah adalah kebutuhan untuk terus-menerus menceritakan pengalaman mewahnya.

Seperti memposting cerita Instagram dari bar atau gedung, bepergian ke destinasi mewah (dengan hutang) atau bergabung dengan klub eksklusif hanya demi gengsi.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore